Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat inklusi keuangan pada pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) di Pasar Oesapa, Kota Kupang. Inklusi keuangan merupakan akses terhadap layanan keuangan formal yang menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan usaha dan peningkatan kesejahteraan pelaku UMK. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMK telah memiliki produk keuangan dasar seperti rekening tabungan dan kartu ATM, serta sebagian mulai menggunakan layanan keuangan digital seperti dompet elektronik dan mobile banking. Namun, masih terdapat kendala seperti rendahnya literasi digital, ketidakpastian pendapatan, dan keraguan terhadap prosedur pinjaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat inklusi keuangan pelaku UMK di Pasar Oesapa tergolong sedang, dengan kebutuhan akan edukasi keuangan dan penyederhanaan akses layanan keuangan formal. Kata Kunci : Inklusi Keuangan, Usaha Mikro Kecil (UMK), Literasi Keuangan, Pasar Tradisional, Kota Kupang
Copyrights © 2026