Kapasitas daya tahan (VO2 max) menjadi elemen krusial bagi atlet remaja maupun calon siswa dalam menghadapi seleksi fisik kedinasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi serta membandingkan dampak latihan interval run dan continuous run terhadap kemampuan lari siswa Bina Jasmani Comal. Menggunakan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 10 sampel laki-laki yang terbagi ke dalam dua kelompok intervensi selama enam minggu. Akibat distribusi data yang tidak normal, pengujian signifikansi sebelum dan sesudah latihan dilakukan melalui uji Wilcoxon, yang mengonfirmasi adanya peningkatan signifikan pada seluruh subjek (N=10). Analisis lanjutan menggunakan uji Independent Samples T-test pada skor perolehan (gain) menunjukkan bahwa kelompok Interval Run mencatatkan rata-rata kenaikan sebesar 760,00 meter. Angka ini secara statistik jauh mengungguli kelompok Continuous Run yang hanya meningkat rata-rata 360,00 meter (p = 0,000). Hasil ini menyimpulkan bahwa metode latihan interval memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam memacu peningkatan VO2 max secara drastis, karena karakteristik intensitas tingginya mampu merangsang adaptasi fisiologis tubuh dengan lebih maksimal Kata kunci: : Daya Tahan, VO2 Max, Interval Run, Continuous Run, Wilcoxon, Independent Samples T-test.
Copyrights © 2026