Kemampuan memecahkan masalah matematika adalah keterampilan penting yang perlu dikembangkan dalam pendidikan matematika, terutama berkaitan dengan pemahaman masalah, perancangan strategi, dan pengecekan solusi. Peningkatan keterampilan ini bisa dilakukan dengan menerapkan metode pembelajaran kolaboratif yang didukung oleh alat digital yang interaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi perbedaan dalam kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika antara mereka yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament dengan Blooket dann model TGT. Penelitian ini menerapkan desain kuasi-eksperimen dengan Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design yang dilakukan pada siswa kelas X di SMAN 5 Kota Serang selama tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil dengan metode cluster random sampling: kelas X2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X3 sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes esai yang telah terbukti valid dan dapat diandalkan (Cronbach's alpha = 0,844). Hasil dari uji t untuk sampel independen menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada uji awal (p = 0,053), namun terdapat perbedaan yang signifikan pada uji akhir (p = 0,005). Penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan model pembelajaran TGT dengan dukungan media Blooket lebih efektif dibandingkan dengan model TGT dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan TGT dengan dukungan Blooket sebagai strategi inovatif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika.
Copyrights © 2026