Penelitian ini menguji pengaruh simultan dan parsial intervensi pemerintah daerah berupa bantuan peralatan dan pendampingan usaha terhadap peningkatan pendapatan UMKM olahan makanan di Kabupaten Dompu. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, sampel sebanyak 55 responden ditarik melalui purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, kedua intervensi mampu menjelaskan 71,4% variasi peningkatan pendapatan UMKM. Secara parsial, pendampingan usaha terbukti memberikan pengaruh positif, dominan, dan sangat signifikan. Sebaliknya, penelitian ini menemukan anomali empiris berupa fenomena Productivity Paradox, di mana bantuan peralatan fisik secara mandiri justru berdampak negatif dan signifikan terhadap pendapatan akibat inefisiensi operasional dari ketidaksiapan kapasitas manajerial. Implikasi strategis dari temuan ini merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Dompu menerapkan kebijakan pendekatan terintegrasi (bundled interventions), di mana distribusi alat wajib dibarengi pendampingan manajerial secara beriringan. Kajian mendatang disarankan memperluas cakupan wilayah dan mengintegrasikan variabel tambahan seperti literasi digital maupun inovasi pemasaran.
Copyrights © 2026