Pada tahun 2025, bisnis di Aceh akan sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan badai ekstrem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi metode manajemen bisnis yang digunakan dalam menghadapi tanggap darurat bencana dan untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan bisnis. Metode yang digunakan adalah kualitatif, yang melibatkan penelitian literatur dan analisis deskriptif. Studi menunjukkan bahwa digitalisasi, diversifikasi rantai pasokan, adaptasi cepat, dan kerja sama dengan pemerintah adalah kunci keberhasilan bisnis dalam bertahan di tengah bencana.
Copyrights © 2026