Pengangguran adalah salah satu pokok bahasan di bidang ekonomi karena berhubungan secara konstan melalui kemakmuran rakyat dan stabilitas ekonomi secara umum. Tingkat pengangguran yang tinggi menunjukkan bahwa perekonomian belum mampu menyediakan cukup lapangan kerja bagi tenaga kerja. Studi ini berfokus untuk meneliti akibat inflasi, produk domestik bruto (PDB), dan suku bunga riil terhadap angka pengangguran terbuka di Indonesia selama 25 tahun terakhir. Metode yang diaplikasikan dalam studi ini ialah kuantitatif melalui analisis regresi linear ganda serta memanfaatkan data deret waktu dari periode 2000 hingga 2024. Data yang dipakai adalah data yang bersifat sekunder didapat dari basis data Bank Dunia. Temuan studi mengindikasikan Inflasi memberikan dampak yang positif dan berarti terhadap jumlah pengangguran yang tidak terserap di Indonesia. Di sisi lain, faktor suku bunga riil dan Produk Domestik Bruto menunjukkan dampak negatif tetapi tidak signifikan pada tingkat pengangguran terbuka. Secara keseluruhan, ketiga variabel bebas tersebut memiliki dampak signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Indonesia. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang elemen-elemen makroekonomi yang menentukan pergerakan pengangguran di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam memperkaya literatur empiris terkait hubungan antara variabel makroekonomi dan pasar tenaga kerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi pengendalian pengangguran.
Copyrights © 2026