Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Penyediaan air minum melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kesehatan, serta produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja infrastruktur SPAM dalam mendukung layanan publik dengan perspektif pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kajian pustaka naratif terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan dan kredibel. Hasil kajian menunjukkan bahwa kinerja SPAM dipengaruhi oleh sinergi antara aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, dan partisipasi masyarakat. Optimalisasi teknis melalui inovasi sistem distribusi dan penggunaan teknologi seperti simulasi hidraulika mampu meningkatkan efisiensi serta memperluas cakupan layanan. Di sisi lain, penguatan kelembagaan dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan layanan, terutama pada sistem berbasis komunitas. Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan sumber air baku, tingginya tingkat kehilangan air, lemahnya manajemen operasional, serta keterbatasan kapasitas kelembagaan dan pendanaan. Selain itu, faktor risiko seperti bencana alam, pertumbuhan penduduk, dan ketidaktepatan perencanaan turut mempengaruhi keberlanjutan layanan SPAM. Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, SPAM berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya akses air bersih dan sanitasi yang layak. Oleh karena itu, diperlukan strategi terpadu berbasis kolaborasi multipihak, efisiensi teknis, inovasi teknologi, serta penguatan tata kelola untuk mewujudkan layanan air minum yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026