Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi kerja dan keterikatan kerja dalam membantu penjual nasi kuning menghadapi burnout akibat tuntutan kerja harian pada sektor informal di Kota Jayapura. Pekerjaan pada sektor ini ditandai oleh beban kerja fisik dan emosional yang tinggi, jam kerja panjang, serta keterbatasan sumber daya, sehingga berpotensi memengaruhi kondisi psikologis pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif para penjual nasi kuning dalam memaknai pekerjaan, motivasi, tekanan kerja, serta keterikatan terhadap usaha yang dijalankan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, serta didukung oleh observasi langsung di lokasi usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja yang bersifat intrinsik, seperti rasa tanggung jawab, kebanggaan terhadap usaha, dan hubungan sosial dengan pelanggan, menjadi sumber kekuatan utama dalam mempertahankan keberlangsungan usaha. Selain itu, keterikatan kerja berperan sebagai faktor protektif yang mendorong energi, dedikasi, dan konsistensi dalam memberikan pelayanan. Namun demikian, beban kerja yang tinggi dan berlangsung secara terus-menerus tetap memicu munculnya burnout yang ditandai dengan kelelahan emosional dan penurunan energi kerja. Penelitian ini menegaskan bahwa keseimbangan antara faktor risiko (beban kerja dan burnout) dan faktor protektif (motivasi dan keterikatan kerja) menjadi kunci dalam menjaga ketahanan psikologis dan keberlanjutan usaha mikro.
Copyrights © 2026