Perubahan iklim telah menyebabkan perubahan signifikan pada pola musim hujan dan angin, yang berdampak langsung terhadap aktivitas nelayan di Desa Morodemak, Kabupaten Demak. Kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan nelayan mengalami kesulitan dalam berlayar dan menurunnya hasil tangkapan ikan, sehingga berdampak pada penurunan pendapatan rumah tangga nelayan . Dalam menghadapi kondisi tersebut, nelayan melakukan berbagai strategi adaptasi, salah satunya melalui pembaruan alat tangkap guna mempertahankan keberlangsungan ekonomi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya Willingness To Pay (WTP) nelayan terhadap strategi adaptasi perubahan iklim serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Contingent Valuation Method (CVM) dengan pendekatan kuantitatif serta analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 212 responden nelayan, serta data sekunder dari instansi terkait . Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata WTP nelayan terhadap strategi adaptasi sebesar Rp1.457.547,77, sedangkan untuk pembaruan dan diversifikasi alat tangkap sebesar Rp1.196.721,31. Selanjutnya, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel pendapatan, pengalaman kerja, dan persepsi risiko berpengaruh signifikan terhadap WTP. Sementara itu, variabel umur dan tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kesediaan membayar nelayan dalam menghadapi perubahan iklim . Temuan ini menegaskan pentingnya faktor ekonomi dan pengalaman dalam menentukan kemampuan adaptasi nelayan terhadap perubahan iklim.
Copyrights © 2026