Penelitian ini membahas dialektika antara kehendak ilahi dan kesadaran manusia dalam teologi kontekstual Indonesia melalui konsep anugerah yang mendahului. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana anugerah ilahi bekerja sebelum kesadaran manusia terbentuk, serta bagaimana hal ini membentuk spiritualitas kontekstual umat Kristen Indonesia. Tujuan penelitian adalah menafsirkan ulang makna anugerah sebagai prinsip relasional antara kasih Allah dan tanggapan manusia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan refleksi teologis-hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anugerah bukan sekadar doktrin soteriologis, tetapi realitas yang memperbarui kesadaran iman dan praksis sosial gereja. Kesimpulannya, anugerah yang mendahului menjadi dasar bagi teologi yang hidup, dialogis, dan relevan bagi konteks Indonesia.
Copyrights © 2026