Kaum sosialita seringkali dipandang sebagai kelompok elit yang identik dengan gaya hidup mewah. Namun, dibalik citra glamor yang melekat, terdapat fenomena menarik terkait perilaku filantropi yang mereka tampilkan, baik dalam bentuk donasi atau kegiatan sosial yang ditampilkan secara terbuka di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji motivasi dibalik tindakan memberi tersebut, apakah dilandasi oleh kepedulian tulus atau merupakan bagian dari strategi pencitraan diri. Dengan belajar dari jemaat Korintus melalui 2 Korintus 9: 6-15 Rasul Paulus menekankan bahwa memberi seharusnya dilakukan dengan sukacita, kerelaan dan tanpa paksaan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui eksegese, studi pustaka dan wawancara terhadap partisipan yang relevan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Kristen dapat menjadi landasan etis dalam memaknai filantropi Kristen yang berdampak bagi kaum sosialita Kristen dalam memaknai praktek memberi sehingga tidak sekedar ekspresi simbolik atau sosial, tetapi juga sebagai kesaksian iman dan tanggungjawab sosial yang transformatif.
Copyrights © 2026