Hery Harjanto
STT Gamaliel Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENANGKAL KRITIKUS ALKITAB BAHWA MANUSIA BUKAN CIPTAAN TUHAN YANG SEMPURNA DAN TIDAK LEBIH BAIK DARI BINATANG Hery Harjanto; Hery Fitriyanto
Jurnal STT Gamaliel Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Gamaliel Vol. 3 No. 1 Maret 2021
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v3i1.66

Abstract

ABSTRAK – Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menghasilkan pemikir-pemikir yang kritis dalam berbagai bidang, termasuk kritik terhadap Alkitab.  Para kritikus mengatakan yaitu bahwa manusia bukan ciptaan Allah yang sempurna dan tidak lebih baik dari binatang. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan jawaban alkitabiah terhadap isu ini dan menunjukan ketaksalahan Alkitab.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutika dan studi literatur. Adapun hasil dari penelitian adalah bahwa manusia adalah ciptaan Allah, diciptakan segambar dan serupa Allah dan sempurna adanya. Manusia menjadi jahat bahkan kejahatannya melebihi binatang terjadi setelah manusia yang sempurna itu jatuh ke dalam dosa. Kata kunci : Allah, Penciptaan Manusia, Sempurna, Ketaksalahan Alkitab ABSTRACT – Science and tecnology advancement produce some philosophers that criticize all things, including the Bible. Those philosophers said that human beings are not the creation of God that is perfect and better than animal. This article aims to give a biblical answer to this issue dan prove inerransy of The Bible. This reseach use qualitative descriptive approach with hermeneutic and literature study method. This research found that human beings are the creation of God that is created in the image and likeness of God and perfect. Human beings become evil more than animal after fell into sin. Keyword: God,  The Creation Of Human Being, Perfect, Inerrancy of The Bible
DARI KORINTUS KE SOSIALITA KRISTEN : IMPLEMENTASI 2 KORINTUS 9:6-15 DALAM FILANTROPI BERDAMPAK hery Harjanto; Titik Kurniawati
Jurnal STT Gamaliel Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Gamaliel Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v8i1.449

Abstract

Kaum sosialita seringkali dipandang sebagai kelompok elit yang identik dengan gaya hidup mewah. Namun, dibalik citra glamor yang melekat, terdapat fenomena menarik terkait perilaku filantropi yang mereka tampilkan, baik dalam bentuk donasi atau kegiatan sosial yang ditampilkan secara terbuka di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji motivasi tindakan memberi tersebut, apakah dilandasi oleh kepedulian tulus atau merupakan bagian dari strategi pencitraan diri. Dengan belajar dari jemaat Korintus melalui 2 Korintus 9: 6-15 Rasul Paulus menekankan bahwa memberi seharusnya dilakukan dengan sukacita, kerelaan dan tanpa paksaan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui eksposisi teks Alkitab yang ditunjang literatur yang relevan, dan wawancara terhadap partisipan yang relevan Hasil kajian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Kristen dapat menjadi landasan etis dalam memaknai filantropi Kristen yang berdampak bagi kaum sosialita Kristen dalam memaknai praktik memberi sehingga tidak sekedar ekspresi simbolik atau sosial, tetapi juga sebagai kesaksian iman dan tanggungjawab sosial yang transformatif.