Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak kelompok B2 di TK Surabaya melalui penerapan model pembelajaran sentra bahan alam. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan kognitif anak dalam aspek pemecahan masalah dan logika sebab-akibat. Penelitian menggunakan model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 23 subjek anak (13 laki-laki dan 10 perempuan). Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur terhadap empat indikator: kemampuan bertanya, memecahkan masalah, memahami sebab-akibat, dan mengungkapkan gagasan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang signifikan di setiap tahapan. Rata-rata persentase klasikal pada tahap Pra Siklus sebesar 58%, meningkat menjadi 67% pada Siklus I, dan mencapai keberhasilan sebesar 81% pada Siklus II. Peningkatan paling signifikan terlihat pada indikator mengungkapkan gagasan dan kemampuan bertanya melalui kegiatan eksploratif seperti eksperimen gunung meletus. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media bahan alam secara sistematis efektif menstimulasi pola pikir kritis anak usia dini. Model ini direkomendasikan sebagai referensi bagi praktisi PAUD dalam mengimplementasikan pembelajaran saintifik yang kontekstual.
Copyrights © 2026