Indonesia merupakan pusat keanekaragaman ubi jalar kedua setelah Amerika Latin, namun produksinya masih tergolong rendah akibat berbagai faktor seperti varietas, kondisi lingkungan, dan serangan hama, terutama hama boleng (Cylas formicarius F.). Metode pengendalian ramah lingkungan seperti pengaturan waktu panen merupakan alternatif yang potensial mengingat penggunaan insektisida sintetis memiliki dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu panen optimal untuk mengendalikan hama boleng dengan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial 5x2 dengan 4 ulangan, melibatkan 5 waktu panen (12-16 minggu setelah tanam—MST) dan 2 varietas ubi jalar (Antin-1 dan Kalasan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi waktu panen dan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah umbi layak pasar, namun tidak signifikan terhadap variabel lainnya. Panen pada 12 MST menghasilkan produksi terbaik (76,71 g/tanaman) dan serangan hama terendah (55%), sementara varietas Kalasan menunjukkan ketahanan lebih baik terhadap serangan hama dibanding Antin-1. Dengan demikian, pengaturan waktu panen dan pemilihan varietas yang tepat dapat menjadi strategi efektif dalam pengendalian hama boleng.
Copyrights © 2026