Tanaman nilam adalah herba tropis penghasil minyak atsiri yang dalam perdagangan internasional dikenal juga sebagai minyak patchouli. Sebagai komoditas ekspor, minyak nilam mempunyai prospek yang bagus karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri parfum, kosmetik, sabun, obat-obatan dan lain-lain. Minyak nilam memberikan kontribusi sangat besar dalam penghasil devisa negara diantara minyak atsiri lainnya. Dalam pengembangan budidaya nilam sangat perlu diperhatikan kondisi tanahnya, kondisi tanah yang baik dapat membuat tanaman nilam tumbuh dengan optimal. Tanaman nilam dapat tumbuh baik pada tanah regosol, latosol dan alluvial, tanah-tanah tersebut bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu kemasaman tanah antara pH 6-7. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu komposisi media tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu M1= tanah masam dan pupuk kandang sapi (2:1), M2 = tanah masam dan arang sekam (2:1), M3= tanah masam dan sabut kelapa (2:1) dan M4 = tanah masam dan ampas tebu (2:1). Kedua faktor dosis dolomit (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu D0= 0 ton/ha, D1= 1 ton/ha, D2= 2 ton/ha dan D3= 3 ton/ha. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan kombinasi media tanam tanah masam dan pupuk kandang sapi (2:1) dengan dosis dolomit 2 ton/ha.
Copyrights © 2026