This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrium
Fadhil, Teuku Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh komposisi media tanam dan dosisi dolomit pada tanah masam terhadap pertumbuhan stek tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) Fadhil, Teuku Muhammad; Bahri, Syamsul; Iswahyudi, Iswahyudi
Agrium Vol. 23 No. 1: March 2026
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v23i1.26704

Abstract

Tanaman nilam adalah herba tropis penghasil minyak atsiri yang dalam perdagangan internasional dikenal juga sebagai minyak patchouli. Sebagai komoditas ekspor, minyak nilam mempunyai prospek yang bagus karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri parfum, kosmetik, sabun, obat-obatan dan lain-lain. Minyak nilam memberikan kontribusi sangat besar dalam penghasil devisa negara diantara minyak atsiri lainnya. Dalam pengembangan budidaya nilam sangat perlu diperhatikan kondisi tanahnya, kondisi tanah yang baik dapat membuat tanaman nilam tumbuh dengan optimal. Tanaman nilam dapat tumbuh baik pada tanah regosol, latosol dan alluvial, tanah-tanah tersebut bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu kemasaman tanah antara pH 6-7. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu komposisi media tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu M1= tanah masam dan pupuk kandang sapi (2:1), M2 = tanah masam dan arang sekam (2:1), M3= tanah masam dan sabut kelapa (2:1) dan M4 = tanah masam dan ampas tebu (2:1). Kedua faktor dosis dolomit (D) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu D0= 0 ton/ha, D1= 1 ton/ha, D2= 2 ton/ha dan D3= 3 ton/ha. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan kombinasi media tanam tanah masam dan pupuk kandang sapi (2:1) dengan dosis dolomit 2 ton/ha.