Ringkas: Penelitian ini menilai efektivitas latihan sit-to-stand terhadap nyeri, toleransi aktivitas, dan kemampuan fungsional pasien pasca bedah jantung di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen one-group pretest-posttest dengan 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa latihan sit-to-stand dilakukan tiga kali per hari selama tiga hari berturut-turut, dimulai pada hari ketiga atau keempat pascaoperasi. Pengukuran dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale ( NRS ), Borg Rating of Perceived Exertion ( RPE ) Scale, dan Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire ( MLHFQ ) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank . Hasil menunjukkan penurunan yang signifikan pada nyeri ( p < 0,001), peningkatan toleransi aktivitas ( p < 0,001), dan peningkatan kemampuan fungsional ( p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa latihan sit-to-stand merupakan intervensi sederhana, aman, dan efektif untuk mempercepat pemulihan, mengurangi komplikasi akibat tirah baring, serta meningkatkan kualitas hidup pasien pasca bedah jantung. Studi ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan protokol rehabilitasi jantung berdasarkan bukti di fasilitas kesehatan Indonesia.
Copyrights © 2026