Selapanan Quran Ahad Wage menjadi salah satu bagian kegiatan formal pondok pesantren Kyai Galang Sewu Semarang yang masih tetap eksis hingga kini sejak pesantren tersebut berdiri. Selapanan Ahad Wage berkaitan erat dengan salah satu filsafat Jawa yang menggambarkan perilaku masyarakat yaitu nerimo ing pandhum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang ada dalam kegiatan rutinan Selapanan Quran Ahad Wage serta model dekontruksi budaya Jawa yang tercermin melalui kegiatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan observasi partisipan, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan jenis komunikasi dalam Selapanan Quranan Ahad Wage yang terdiri jenis komunikasi verbal dan non verbal. Pola komunikasi yang digunakan dalam Selapanan ini adalah pola komunikasi satu arah yang melibatkan Kiai sebagai speaker dan santri sebagai audience. Model dekonstruksi budaya Jawa yang tercermin dari kegiatan Selapanan Quran Ahad Wage adalah kegiatan yang bersifat paksaan minimal, dengan tujuan agar hasil yang dimaksud dapat berjalan maksimal
Copyrights © 2026