Dominasi generasi milenial dalam komposisi pemilih nasional mendorong partai politik mengadaptasi strategi komunikasi berbasis digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi retorika partai politik dalam kampanye digital Pemilu 2024 serta mengevaluasi kesesuaian antara narasi kampanye dan realisasi kebijakan pasca pemilu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah, laporan survei lembaga, publikasi media, serta konten media sosial partai politik, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan wacana kritis. Hasil kajian menunjukan bahwa partai politik membangun retorika digital melalui kombinasi unsur pathos, ethos, dan logos dalam bentuk konten visual singkat, storytelling personal, klaim berbasis data, serta interaktivitas dua arah melalui live streaming dan forum daring. Strategi ini meningkatkan visibilitas dan keterlibatan digital, namun tidak secara signifikan meningkatkan kepercayaan maupun partisipasi politik formal generasi milenial. Selain itu, ditemukan kesenjangan substansial antara janji kampanye dan implementasi kebijakan, khususnya aspek alokasi anggaran, konsistensi timeline program, dan transparansi data.
Copyrights © 2026