Penelitian ini menganalisis tentang lirik lagu "5" karya .Feast dari album Membangun dan Menghancurkan (2024), analisis yang dilakukan dalam lagu ini menyampaikan pesan kritik sosial terhadap keadaan sosial yang ada di tengah masyarakat pada saat sekarang ini. Lagu ini dirilis bertepatan dengan tahun pemilu, menyampaikan pesan protes terhadap dinamika politik dan sosial di Indonesia. penelitian ini menggunakan metodologi kulitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure menganalisis hubungan penanda (signifier) dan petanda (signified) untuk menafsirkan makna kritik sosial dari lirik lagu “5” supaya mudah dipahami. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu "5" secara efektif menggunakan simbol dan metafora seperti lima tahun kedapan yang diulang sebanyak 7 kali yang menggambarkan proyeksi kehidupan masyarakat untuk lima tahun kedapan, serta tutur kata serapan tak berguna yang diulang sebanyak dua kali yang menggambarkan kekecewaan dan protes masyarakat terhadap ketidakadilan, korupsi, dan manipulasi politik, sekaligus mendorong kesadaran publik.
Copyrights © 2026