Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial terhadap persepsi publik terhadap konflik Israel-Palestina di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei dan analisis konten, penelitian melibatkan 150 responden pengguna aktif media sosial serta 500 unggahan dan komentar terkait konflik di platform seperti Instagram dan Twitter/X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berkorelasi positif dengan kecenderungan persepsi yang condong ke salah satu pihak, khususnya pro-Palestina. Konten emosional, visual, dan naratif lebih mudah memengaruhi opini dibandingkan konten analitis, sementara algoritma platform digital memperkuat pandangan yang sudah ada melalui pola “filter bubble”. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi digital serta kemampuan berpikir kritis bagi masyarakat dalam menilai informasi terkait konflik internasional.
Copyrights © 2025