Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena korupsi sebagai “budaya diam” serta mengkaji peran nilai-nilai Pancasila dalam membentuk sikap masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan teknik analisis deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya diam muncul akibat rendahnya kesadaran hukum, melemahnya nilai moral, serta pengaruh globalisasi dan digitalisasi yang mendorong sikap permisif terhadap korupsi. Di sisi lain, nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai landasan etis dalam membangun karakter masyarakat yang jujur, adil, dan bertanggung jawab. Namun, implementasinya menghadapi tantangan seperti individualisme, rendahnya literasi digital, dan kurangnya pemahaman kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan Pancasila, pemanfaatan media digital secara positif, serta peningkatan kesadaran kritis masyarakat untuk mencegah dan melawan praktik korupsi.
Copyrights © 2026