Penyusunan modul ajar dalam implementasi kurikulum merdeka penting untuk mahasiswa kependidikan sebagai calon guru di masa depan. Modul ajar sebagai wujud perencanaan pembelajaran memiliki beberapa perbedaan komponen dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada kurikulum sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kemampuan mahasiswa dalam menyusun modul ajar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis produk dengan subyek penelitian mahasiswa PGSD semester IV, FKIP, Universitas Khairun. Sebanyak 30 mahasiswa membuat modul ajar dan dianalisis berdasarkan acuan pembuatan modul ajar kurikulum merdeka. Modul ajar terdiri dari tiga komponen yaitu informasi umum, komponen inti dan lampiran. Dari 17 komponen terdapat 5 komponen modul ajar yang mendapatkan kategori kurang sesuai, sementara untuk 12 komponen yang lain berada pada kategori sesuai dan sangat sesuai. Lima komponen turunan yang mendapatkan kategori kurang sesuai dengan rata-rata skor yang diperoleh adalah 3. Komponen tersebut adalah kompetensi awal, asesmen, lembar kerja peserta didik, pengayaan dan remedial serta bahan bacaan untuk peserta didik. Secara umum, kemampuan mahasiswa dalam penyunan modul ajar cukup baik. Langkah preventif dapat dilakukan untuk meminimalkan kesalahan mahasiswa apabila nanti menjadi guru dengan pelatihan pembuatan modul ajar pada mata kuliah yang berkaitan dan kegiatan tambahan lainnya seperti pelatihan, focus group discussion, dan juga program magang.
Copyrights © 2026