Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Humas Desa Wonosoco dalam membangun citra destinasi wisata budaya melalui promosi Pasar Sarwono, sebuah pasar tradisional bulanan yang diselenggarakan setiap Minggu Legi. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus terhadap strategi kehumasan desa yang memadukan kearifan lokal seperti penggunaan koin kayu sebagai alat transaksidengan komunikasi digital melalui media sosial, influencer, serta event tematik bulanan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi atas aktivitas promosi serta unggahan resmi desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi humas mencakup kolaborasi dengan perangkat desa dan komunitas, branding berbasis identitas tradisional, publikasi konsisten di media sosial, serta penyelenggaraan event budaya yang memperkuat keunikan destinasi. Keterlibatan influencer dan OPD turut memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan kredibilitas. Temuan lain menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap aktivitas ekonomi lokal yang terlihat dari kenaikan penggunaan koin kayu dari 2.000–4.000 butir menjadi lebih dari 20.000 butir dalam setiap penyelenggaraan pasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi humas Desa Wonosoco berhasil membangun citra wisata yang kuat dan kredibel dengan menggabungkan nilai budaya lokal dan pendekatan komunikasi modern, selaras dengan Teori Citra Frank Jefkins dan model PR Cutlip, Center, dan Broom.
Copyrights © 2026