Abstrak Pemalsuan cek sebagai surat berharga merupakan pelanggaran yang tidak hanya menimbulkan akibat pidana, tetapi juga berdampak pada stabilitas hubungan hukum dalam dunia perdagangan. Instrumen cek, sebagai alat pembayaran yang diatur dalam hukum dagang, menuntut adanya kepastian, kepercayaan, dan keaslian untuk menjamin kelancaran transaksi bisnis. Kasus pemalsuan cek oleh Isabella Angellia Yohanes menjadi gambaran penting mengenai kerentanan praktik perdagangan terhadap penyalahgunaan surat berharga. Penelitian ini bertujuan menganalisis prtanggungjawaban hukum pelaku pemalsuan cek dalam prespektif hukum dagang, khususnya terkait sifat cek sebagai surat berharga, sambil menekankan peran bank sebagai pihak yang harus memverifikasi keaslian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlunya penguatan mekanisme verifikasi elektronik dan pendidikan hukum dagang untuk mencegah praktik serupa, guna menjaga integritas sistem surat berhaga di era digital. Kata Kunci: Pemalsuan cek, pertanggung jawaban hukum, surat berharga. Abstract Check forgery as a negotiable instrument is a violation that not only results in criminal consequences, but also impacts the stability of legal relationships in the world of commerce. Checks, as a means of payment regulated by commercial law, require certainty, trust, and authenticity to ensure the smooth running of business transactions. The case of check forgery by Isabella Angellia Yohanes is an important illustration of the vulnerability of commercial practices to the misuse of negotiable instruments. This study aims to analyze the legal liability of check forgery perpetrators from a commercial law perspective, particularly in relation to the nature of checks as negotiable instruments, while emphasizing the role of banks as parties responsible for verifying authenticity. This study concludes that there is a need to strengthen electronic verification mechanisms and commercial law education to prevent similar practices, in order to maintain the integrity of the negotiable instrument system in the digital era. Keywords: Check fraud, legal liability, negotiable instrument.
Copyrights © 2025