ABSTRAK Mahasiswa kedokteran memiliki risiko tinggi mengalami tekanan akademik karena tuntutan studi berat dam jadwal perkuliahan yang padat. Kondisi stres yang tidak terkelola berpotensi mengganggu kesehatan, termasuk menurunkan kualitas tidur. Studi ini bertujuan untuk mengkaji antara tekanan akademik dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang dan melibatkan 152 partisipan. Pengukuran variabel menggunakan kuesioner Perception of Academic Stress Scale (PASS) untuk menilai tingkat stres akademik dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk evaluasi kualitas tidur. Analisis statistik dilakukan dengan uji chi-square dilanjutkan uji fisher’s exact. Temuan menunjukkan 140 responden (92,1%) mengalami tingkat stres akademik tinggi dan 113 mahasiswa (74,3%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil uji fisher’s exact mengindikasikann tidak ada hubungan bermakna secara statistik antara tingkat stres akademik dan kualitas tidur (p = 0,078). Namun, perhitungan Prevalence Risk Ratio (PRR) mengungkapkan bahwa kelompok dengan stres akademik tinggi berisiko 1,5 kali lebih besar untuk mengalami tidur berkualitas buruk dibandingkan mahasiswa dengan stres akademik rendah (PRR = 1,529). Kesimpulan: Meskipun tidak signifikan secara statistik, kecendrungan peningkatan risiko gangguan tidur pada mahasiswa dengan stres akademik tinggi perlu menjadi perhatian serius sebagai isu kesehatan.
Copyrights © 2025