Produksi berlebihan Reactive Oxygen Species (ROS) dapat memicu stres oksidatif yang membuat kerusakan pada biomolekul penting seperti lipid, protein, dan asam nukleat. Daun alpukat (Persea americana Mill.) telah menarik perhatian sebagai sumber potensial antioksidan alami karena kandungan senyawa aktif biologisnya yang melimpah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu kandungan fitokimia dan menilai kinerja antioksidan dari ekstrak daun alpukat menggunakan metode uji DPPH. Analisis kandungan fitokimia menunjukkan bahwa berbagai kelompok metabolit sekunder teridentifikasi, termasuk alkaloid, flavonoid, kardioglikosida, saponin, kumarin, fenolik, kuinon, betasianin, steroid, terpenoid, tanin, antosianin, dan glikosida. Senyawa-senyawa ini diyakini berperan dalam pertahanan antioksidan melalui mekanisme seperti transfer atom hidrogen, stabilisasi radikal bebas, dan pengikatan ion logam. Penilaian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan teknik uji DPPH (2,2-difenil-1- pikrilhidrazil), yang menunjukkan aktivitas penangkap radikal yang signifikan dari ekstrak, dengan nilai IC₅₀ sebesar 31,563 µg/mL. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menyoroti sifat antioksidan kuat dari daun alpukat dan menunjukkan potensinya sebagai bahan alami dalam pengembangan formulasi antioksidan berbasis herbal.
Copyrights © 2025