Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jenis-Jenis Polychaeta di Pulau Lombok dan Peristiwa Baunyale Dwi Soelistya Dyah Jekti; Raskun .; Sumarjan .; Eny Yulianti; Hari Suryawati; Mochamad Maswan; W Kastoro
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 1 No. 1 (1993): Juni 1993
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3283.685 KB)

Abstract

Identifikasi jenis-jenis cacing (nyale) yang muncul setiap peristiwa 8aunyale telah dilakukan terhadap cacing-cacing yang tertangkap pad a peristiwa yang terjadi di tahun 1991 dan 1992. Ternyata yang disebut nyale tersebut adalah Polychaeta yang sedang melakukan pemijahan secara masal (swarming). di Pulau lombok peristiwa-peristiwa tersebut hanya terjadi di Pantai Selatan (Pantai Sager). Namun demikian, Polychaeta ditemukanjuga dengan jenis dan kelimpahan yang lebih kecil di Pantai Timur, Barat dan Utara, walaupun tidak terjadi peristiwa swarming. Kepadatan Polychaeta di luar peristiwa 8aunyale di Pantai Selatan adalah 66 ekor/m2, sedangkan di ketiga pantai lainnya hanya berkisar antara 34 - 43 ekor/m2.Kata-kata kunci: Polychaeta, peristiwa 8aunyale, pulau lombok
ANALISIS FITOKIMIA DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) DENGAN METODE DPPH Daiva Pattra Yoe; David Limanan; Frans Ferdinal; Eny Yulianti
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/4js9n196

Abstract

Produksi berlebihan Reactive Oxygen Species (ROS) dapat memicu stres oksidatif yang membuat kerusakan pada biomolekul penting seperti lipid, protein, dan asam nukleat. Daun alpukat (Persea americana Mill.) telah menarik perhatian sebagai sumber potensial antioksidan alami karena kandungan senyawa aktif biologisnya yang melimpah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu kandungan fitokimia dan menilai kinerja antioksidan dari ekstrak daun alpukat menggunakan metode uji DPPH. Analisis kandungan fitokimia menunjukkan bahwa berbagai kelompok metabolit sekunder teridentifikasi, termasuk alkaloid, flavonoid, kardioglikosida, saponin, kumarin, fenolik, kuinon, betasianin, steroid, terpenoid, tanin, antosianin, dan glikosida. Senyawa-senyawa ini diyakini berperan dalam pertahanan antioksidan melalui mekanisme seperti transfer atom hidrogen, stabilisasi radikal bebas, dan pengikatan ion logam. Penilaian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan teknik uji DPPH (2,2-difenil-1- pikrilhidrazil), yang menunjukkan aktivitas penangkap radikal yang signifikan dari ekstrak, dengan nilai IC₅₀ sebesar 31,563 µg/mL. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menyoroti sifat antioksidan kuat dari daun alpukat dan menunjukkan potensinya sebagai bahan alami dalam pengembangan formulasi antioksidan berbasis herbal.