Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan jiwa yang umum terjadi pada lansia. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, prevalensi depresi pada lansia di Indonesia mencapai 6,1%. Lansia rentan mengalami depresi karena berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu faktor yang telah terbukti berperan dalam pencegahan depresi pada lansia adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik lansia, namun juga berperan sebagai faktor protektif terhadap gangguan psikologis pada lansia, termasuk depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat depresi pada lansia yang tinggal di Panti Sasana Tresna Werdha Cibubur, Panti Berea Kedoya, dan Panti Tresna Werdha Budi Mulia 1 pada bulan Mei 2025. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang dan teknik simple random sampling serta melibatkan sebanyak 102 responden. Data aktivitas fisik dikumpulkan dengan menggunakan instrumen Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) dan data tingkat depresi diukur dengan menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS). Hasil analisis menunjukkan bahwa lansia dengan aktivitas fisik yang cukup cenderung tidak mengalami depresi (86,7%) dibandingkan lansia dengan aktivitas fisik yang kurang (54,4%). Analisis statistic dengan Chi-Square mendapatkan nilai P-value = 0,002 (p-value < 0,005) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat depresi pada lansia yang tinggal di panti. Kata Kunci : aktivitas fisik, depresi, lansia
Copyrights © 2025