Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat serta aktivitas sehari-hari yang semakin dinamis menyebabkan kebutuhan suatu pergerakan. Berdasarkan BPS 2025, jumlah penduduk Kabupaten Kapuas Hulu mengalami peningkatan dengan laju 1,32%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan angkutan umum bus pada trayek Pontianak-Badau dengan fokus pada karakteristik penumpang, faktor muat (LF), serta menentukan jumlah angkutan optimal. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner, wawancara, dan observasi secara langsung. Hasil menunjukan bahwa penumpang didominasi oleh laki-laki usia produktif 26 hingga 45 tahun, sebagian besar pekerja swasta berpenghasilan dibawah Rp 1.000.000, mayoritas asal dan tujuan perjalanan dari pool Pontianak. Dengan nilai LF rata-rata 0,31. BOK per tahun mencapai Rp 1.446.049.355. Berdasarkan pendapatan penumpang, LFBE sebesar 0,46 menghasilkan armada optimal 3 bus. Dengan tambahan pendapatan dari barang sebesar Rp 3.343.200 per hari, total pendapatan mencapai Rp 6.549.871 per hari, menurunkan LFBE menjadi 0,23 dan menaikan armada optimal menjadi 6 bus. Meskipun pendapatan barang meningkatkan efisiensi, namun nilai LF yang masih dibawah 0,70 menunjukan bahwa penambahan armada tidak direkomendasikan.
Copyrights © 2026