Pendahuluan: Kista radikular adalah salah satu kista odontogenik yang bersifat asimtomatik. Kista radikular berasal dari sel-sel Rest of Malasszes yang berproliferasi secara abnormal pada apikal gigi nonvital. Penemuan kista radikular sering secara tidak sengaja pada pemeriksaan radiografi. Pemeriksaan histopatologis dilakukan untuk menegakkan diagnosis definitif. Perawatan kista radikular secara bedah bertujuan untuk mencegah rekurensi dan mendapatkan regenerasi jaringan. Tujuan laporan kasus ini untuk menyajikan hasil penegakan diagnosis dan tata laksana perawatan bedah kista radikular pada sisa akar gigi insisivus rahang atas. Laporan kasus: Seorang wanita datang dengan keluhan sisa akar gigi depan atas yang mengganggu. Dia menggunakan gigi tiruan untuk menutupi sisa akarnya. Hasil radiografi menunjukan gambaran radiolusen berukuran ± 1,5 mm x 2 mm dengan batas yang jelas dan tegas pada periapikal gigi 21 dan 22. Ekstraksi transalveolar dilakukan untuk mencabut sisa akar gigi 21 dan 22 kemudian dilakukan enukleasi dan kuretase kista pada periapikalnya. Jaringan dikirim ke laboratorium untuk mendapatkan pembacaan histopatologi. Hasil pemeriksaan histopatologi mendukung diagnosis kista radikular. Spongostan diletakkan pada dead space untuk menghentikan perdarahan dan mempercepat proses proliferasi jaringan. Jahitan dilakukan dengan teknik simple interrupted dengan benang silk 4.0. Kontrol 2 minggu setelahnya untuk melepas benang jahitan dan tidak ditemukan keluhan dari pasien. Simpulan: Pemeriksaan klinis, radiografi, dan histopatologi yang baik dapat mendukung penegakan diagnosa kista radikular. Perawatan bedah dengan enukleasi kista bertujuan untuk mencegah rekurensi kista radikular. Medikasi yang tepat membantu mencegah adanya komplikasi pasca operasi.
Copyrights © 2025