Struktur atap lengkung banyak digunakan pada bangunan bentang besar karena efisiensi struktural dan nilai arsitekturalnya. Namun, pemilihan konfigurasi rangka batang yang tepat sangat memengaruhi kinerja struktur, khususnya pada kondisi bentang yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur atap lengkungdengan dua konfigurasi rangka batang baja, yaitu Pratt Truss dan Bowstring Truss, pada bentang sedang (20 m) dan bentang panjang (40 m). Sebanyak empat model struktur dianalisis menggunakan pemodelan tiga dimensi pada perangkat lunak ETABS, dengan material baja struktural dan pembebanan yang mengacu pada SNI 1726:2019 dan SNI 1727:2020. Evaluasi kinerja struktur dilakukan berdasarkan empat indikator kuantitatif, yaitu berat struktur, lendutan maksimum (batas layan), rasio kapasitas penampang, dan time period hasil analisis modal. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada bentang sedang, konfigurasi Pratt Truss menghasilkan kinerja yang lebih optimal dengan rasio kapasitas yang lebih rendah dan time period yang lebih pendek, menandakan kekakuan struktur yang lebih tinggi. Sebaliknya, pada bentang panjang, Bowstring Truss menunjukkan kinerja yang lebih baik dengan lendutan maksimum yang lebih kecil dan distribusi gaya yang lebih efisien pada batang bawah. Temuan ini mengindikasikan bahwa konfigurasi rangka yang optimal sangat bergantung pada panjang bentang, sehingga pemilihan sistem truss harus mempertimbangkan respons struktural yang dominan terhadap beban layan dan beban lateral.
Copyrights © 2026