Literasi keuangan remaja di Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK yang mengindikasikan bahwa kelompok usia muda, khususnya Generasi Z, memiliki tingkat literasi yang belum sebanding dengan tingginya akses terhadap layanan keuangan digital. Kondisi ini meningkatkan kerentanan terhadap perilaku konsumtif dan pengelolaan keuangan yang tidak terencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pelatihan literasi keuangan dalam meningkatkan pemahaman remaja terhadap pengelolaan keuangan pribadi secara sederhana dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi partisipatif dengan desain evaluasi pretest–posttest terhadap 30 peserta remaja, menggunakan instrumen kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum dan sesudah pelatihan. Intervensi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi pengelolaan uang saku. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman literasi keuangan sebesar 32,5%, terutama pada aspek perencanaan pengeluaran, pembedaan kebutuhan dan keinginan, serta kesadaran menabung. Selain itu, tingkat partisipasi aktif peserta dalam diskusi dan simulasi mencapai 86,7%, yang menunjukkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam meningkatkan keterlibatan belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan berbasis praktik sederhana merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi keuangan remaja. Secara praktis, hasil ini memberikan implikasi bagi lembaga pendidikan dan komunitas dalam merancang program edukasi finansial berbasis pengalaman, serta mendukung kebijakan peningkatan literasi keuangan nasional sejak usia dini.
Copyrights © 2026