Artikel ini membahas peran bahasa yang digunakan oleh orang tua dalam pembentukan kemampuan bahasa anak, dengan fokus pada kasus ketidakmampuan anak-anak dalam menggunakan bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh lingkungan bahasa keluarga terhadap perkembangan bahasa anak, serta faktor-faktor yang menyebabkan anak-anak kehilangan keterampilan bahasa daerah mereka. Data diambil dengan teknik wawancara and observasi. Hasil menunjukan bahwa ketidakmampuan kedua orang tua dalam berbahasa daerah pasangan menyebabkan dominasi penggunaan bahasa Indonesia di rumah. Selain itu, keterbatasan waktu yang dimiliki orang tua, terutama yang bekerja, mengurangi kesempatan untuk mengajarkan bahasa daerah kepada anak. Tekanan lingkungan sosial, seperti lingkungan tempat tinggal memiliki keanekaragaman suku dari masyarakatnya. Artikel ini menyarankan agar keluarga dan institusi pendidikan saling bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pelestarian bahasa daera, misalnya pelibatan anak dalam kegiatan budaya yang menggunakan bahasa daerah. Upaya kolektif ini diharapkan mampu mendorong regenerasi kemampuan bahasa daerah di kalangan anak-anak
Copyrights © 2026