Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas bakteri indigen dalam proses bioremediasi limbah tahu serta mengembangkan panduan praktikum perubahan lingkungan berdasarkan hasil tersebut. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu variasi konsentrasi pumakkal sebagai sumber bakteri indigen. Parameter yang diuji meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solids), dan pH. Analisis data yang digunakan yaitu uji One Way Anova dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri indigen memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan kadar BOD, COD, TSS, serta peningkatan pH. Nilai uji hipotesis menunjukkan signifikansi 0,000 pada seluruh parameter, yang menandakan bahwa perlakuan berpengaruh nyata. Perlakuan P4, dengan konsentrasi pumakkal 7%, terbukti paling efektif dengan hasil BOD sebesar 126,34 mg/L, COD 151,89 mg/L, TSS 359,17 ppm, dan pH 5,97. Selain itu, pengembangan panduan praktikum juga telah divalidasi oleh ahli media, ahli materi dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa panduan praktikum dinilai sangat baik dengan nilai rata-rata 94% dari ahli media, 88% dari ahli materi dan 90% dari ahli bahasa, sehingga panduan ini dapat dikatakan valid dan layak digunakan dalam kegiatan praktikum perubahan lingkungan di sekolah. Kata kunci: bakteri indigen, bioremediasi, limbah tahu, panduan praktikum, perubahan lingkungan
Copyrights © 2026