Cabai Katokkon (Capsicum annuum var. chinense) khas Toraja merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi bagian integral dari budaya kuliner masyarakat Toraja. Cabai ini dikenal dengan rasa pedas yang khas dan aroma yang kuat, menjadikannya bahan utama dalam berbagai masakan tradisional. Meskipun memiliki potensi besar, produksi cabai Katokkon masih mengalami permasalahan khususnya dalam hal budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi peningkatan produksi cabai katokkon (capsicum annum var. chinense) dengan pemberian bokashi limbah ternak ayam dan mulsa jerami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan yaitu, pemberian mulsa jerami padi dengan taraf M0 = tanpa mulsa (kontrol), MJ= menggunakan mulsa jerami (ketebalan 10 cm) dan pemberian dosis bokashi limbah ternak ayam dengan taraf perlakuan K0= tanpa bokashi (kontrol), K1 =200 g/tanaman, K2=300 g/tanaman, K3=400 g/tanaman. Variable pengamatan yang diukur dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman, jumlah buah per petak, bobot buah per tanaman, dan bobot buah per petak. Hasil analisis menunjukkan bahwa Perlakuan 500gr/tanaman menunjukkan hasil yang signifikan pada tinggi tanaman, jumlah buah pertanaman, jumlah buah perpetak, bobot buah pertanaman, dan bobot buah perpetak.
Copyrights © 2026