Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hibridisasi Dan Karakterisasi Hasil Persilangan Cabai Katokkon (Capsicum annum L.) Dengan Cabai Rawit Putih (Capsicum frutescens L) Marpin Tandiola; Driyunitha Tanning; Sepsriyanti Kannapadang
AgroSainT Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/agro.v9i2.1227

Abstract

Cabai Katokkon (Capsicum annum L.) atau biasa disebut dengan lada katokkon merupakan cabai lokal Toraja dan salah satu sayuran yang dibudidayakan secara komersial di daerah Toaraja karena memiliki peranan besar sebagai keperluan rumah tangga. Cabai katokkon memiliki aroma yang yang wangi serta tingkat kepedasan yang tinggi. Varietas bodas atau cabai rawit putih (Capsicum frutescens L) yang memiliki buah lebih besar dari jenis cabai rawit lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoreh buah F1 (Cabai Rawit Putih ? disilangkan Cabai Katokkon ?) untuk cabai rawit putih varietas bodas yang lebih besar dan dapat mewarisi rasa dan aroma yang khas dari cabai katokkon. Dan memperoleh buah F1 Resiprok (Cabai Katokkon ? disilangkan Cabai Rawit Putih ?) untuk mengetahui perbedaan karakter dan persentase keberhasilan persilangan. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Toraja Utara Kecamatan Sa’dan Desa Sa’dan Matallo dengan ketinggian 902 mdpl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hasil persilangan terbaik berada pada persilangan F1.Sedangkan sidik ragam pada setiap karakter F1 dan F1 resiprok menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata pada setiap galur.
EDUKASI PENANGANAN BENIH CABAI KATOKKON PADA KELOMPOK WANITA TANI LEMBANG SANDANA, TANA TORAJA Karuru, Perdy; Taufik, Muhammad; Kannapadang, Sepsriyanti; Pasanda, Afra Andre; Gusnawaty HS, Gusnawaty HS; Aku, Achmad Selamet
Jurnal Pengabdi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v7i1.73152

Abstract

The katokkon chili plant (Capsicum chinense Jacq.) is a crop commodity that has high economic value. This type of chili is suitable for planting in high-altitude areas such as the Tanah Toraja region. However, its productivity is still low compared to its production potential, which can reach tens of tons/ha. The low level of knowledge and skills of chili farmers is one of the problems in increasing the productivity of katokkon chilies. The service aims to educate katokkong chili farmers in Lembang Sandana on good seed treatment. The methods used are outreach activities, education, and training on how to treat katokkong chili seeds and make appropriate chili seedling media. Pre- and post-tests were carried out to measure the level of success in implementing activities. Socialization carried out with target partners and collaboration resulted in collaborative support by the head of the Lembang and target partners for implementing kosabangsa. The results of education and training show that 94% of target partners have understood and implemented seed treatment methods such as using growth regulators, soaking in warm water (hot water treatment) and sowing seeds in rockwool media, as well as making growing media using a ratio of buffalo manure. , top soil and husk (1:2:1, v/v) appropriately. The education carried out by the kosabangsa service team has increased the level of knowledge and skills of farmers regarding how to treat katokkon seeds properly
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BOKASHI DARI KOTORAN TERNAK DI LEMBANG PAKALA Kannapadang, Sepsriyanti; Kannapadang, Dwibin; Oktafianus, Sion
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 4 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v4i2.157

Abstract

This community service program activity was carried out in Lembang Pakala, Mengkendek District, Tana Toraja Regency. Where most of the people are buffalo and cattle breeders. The business of buffalo and cattle breeders produces waste in the form of good livestock manure. Feces and urine as well as remaining animal feed. One effort to reduce environmental pollution is to use livestock waste as fertilizer. One type of organic fertilizer that is currently being developed is bokashi. Bokashi in Japanese means “gradual change”. The method used in this activity is counseling and training for cattle and buffalo breeders. In connection with this training activity, the program orientation is management of livestock waste processing with the aim of reducing environmental pollution, utilizing waste into quality products, as well as efforts to improve community welfare
Pendampingan UMKM Barrent Foods, Desa Wisata Randanan untuk Peningkatan Kapasitas Produksi dan Pemasaran Abon Ikan Mas Pasinggi, Eko Suripto; Damayanti, Irene Devi; Kannapadang, Sepsriyanti; Marchelin, Marchelin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.557

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan UKM Barrent Foods di Desa Randanan, Sulawesi Selatan, dengan fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran abon ikan mas. Desa Randanan memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar, khususnya budidaya ikan mas. UKM Barrent Foods, yang telah beroperasi selama dua tahun, menghadapi tantangan seperti kapasitas produksi yang terbatas, pemasaran yang terbatas, dan manajemen keuangan yang kurang optimal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi alat produksi yang diperlukan, riset pasar, pembelian dan pemasangan alat produksi yang telah disetujui, serta evaluasi peningkatan kapasitas produksi yang dicapai melalui uji coba produksi dengan alat baru. Program ini juga mencakup merancang program pelatihan pemasaran, berkolaborasi dengan mitra bisnis, mengundang instruktur untuk pelatihan langsung, memberikan kesempatan praktik bagi UKM, dan mengevaluasi penerapan teknik pemasaran. Program ini melibatkan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat Desa Randanan, dengan fokus pada peningkatan kapasitas kelompok pembudidaya ikan mas dan kelompok pengolah abon ikan mas. Evaluasi program dilakukan dengan mengukur peningkatan kapasitas produksi, perluasan pasar, dan peningkatan manajemen keuangan. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kapasitas produksi, perluasan pasar lokal, dan peningkatan manajemen keuangan. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Randanan dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Dengan dukungan dana Hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek Dikti), program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi aktif antara perguruan tinggi dengan masyarakat dapat menciptakan dampak positif dalam pengembangan UKM lokal.
Bimbingan Teknis Penggunaan Mulsa dan Irigasi Tetes Pada Sistem Budidaya Cabai Katokkon di Lembang Sandana Toraja Muhammad, Taufik -; Karuru, Perdy; HS, Gusnawaty; Kannapadang, Sepsriyanti; Pasanda, Afra Andre
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 6 No. 2 (2024): ,Oktober
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v6i2.186

Abstract

Cabai katokkon (Capsicum annum var chinense) memiliki bentuk buah secara morfologi berbeda dengan cabai umumnya yang cenderung lanjong. Cabai Katokkon cenderung bulat dan bergelombang, mirip dengan paprika. Rasa yang pedas menjadi daya tarik tersendiri, serta harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan cabai pada umumnya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah membuat demplot budidaya cabai Katokkon yang diberi mulsa dan sistem penyiraman tetes di desa-lembang Sandana Tana Toraja. Metode pengabdian yang digunakan adalah ceramah dan bimbingan teknis pemulsaan menggunakan mulsa plastik hitam perak (MPHP) dan sistem irigasi tetes. Tim pelaksana dan mitra sasaran berhasil membuat demplot budidaya cabai berukuran 20 × 50 m2 yang telah diberi mulsa dan sistem irigasi tetes. Dilaporkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman cabai Katokkon cukup baik dan mitra sasaran antusias mengikuti ceramah dan bimbingan teknis. Hampir 90% mitra sasaran telah memahami dan mampu mempraktekan teknologi tepat guna yang diberikan oleh tim pelaksana.
Effectiveness of bamboo boobs poc on the growth of madesta F1 melon using a hydroponic system Putri, Elisabeth; Kannapadang, Sepsriyanti; Aksadi, Hendrik; Karua, Agustinus Tandi; Pali’padang, Hengky; Moda, Moda; Limbongan, Yusuf L.; Pata’dungan, Adewidar Marano; Galla, Ernytha A.; Karuru, Sakti Swarno
AGRICOLA Vol 15 No 1 (2025): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v15i1.6627

Abstract

Penelitian inii bertujuan untuk mengetahuii pertumbuhan dan produksi melon (Cucumis melo L.) secara hidroponik pada sistem Deep Flow Technique (DFT) dengan menggunakan POC rebung bambu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga November 2024 di Kebun Percobaan Pakea, Fakultas Pertanian, Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima taraf perlakuan, yaitu R0 = tanpa POC (kontrol), R1 = 90% AB mix dan 10% POC rebung bambu, R2 = 80% AB mix dan 20% POC rebung bambu, R3 = 70% AB mix dan 30% POC rebung bambu, serta R4 = 60% AB mix dan 40% POC rebung bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 90% AB mix dan 10% POC memberikan hasil terbaik pada jumlah daun, lebar daun, jumlah bunga, diameter buah, bobot buah, dan bobot buah per plot.
Effectiveness of Azolla LOF on the growth and production of leek plants (Allium fistulosum L.) and pakcoy plants (Brassica rapa L.) Daniel, Agustina; Kannapadang, Sepsriyanti; Maliku, Ganesia N; Borotoding, Nataniel S; Toding, Ernawaty; Limbongan, Yusuf La'lang; Pata'dungan, Adewidar Marano; Karuru, Sakti Swarno
AGRICOLA Vol 15 No 1 (2025): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v15i1.6685

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) adalah jenis sayuran dari kelompok bawang yang umumnya digunakan dalam masakan. Di Indonesia, bawang daun telah dibudidayakan sejak lama bersamaan dengan jenis sayuran komersial lainnya. Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah tanaman sayuran yang memiliki daya tarik tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia maupun dunia, sehingga meningkatkan nilai komersialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) dan tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dengan menggunakan Pupuk Organik Cair (POC) Azolla. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024 hingga Januari 2025 di Kebun Percobaan Pakkea, Fakultas Pertanian, Kabupaten Toraja Utara. Merupakan penelitian faktor tunggal yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat taraf perlakuan. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) untuk mengetahui perbedaan nyata rerata perlakuan, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = 0 ml/L larutan, P1 = 100 ml/L larutan, P2 = 200 ml/L larutan, dan P3 = 300 ml/L larutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 300 ml/L larutan (P3) memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan, yaitu dengan rerata tinggi tanaman bawang daun 42 hari setelah tanam (47,17 cm) dan tanaman pakcoy (26,12 cm), jumlah daun tanaman bawang daun 42 hari setelah tanam (22,56 helai) dan tanaman pakcoy (20,22 helai), diameter batang tanaman bawang daun 42 hari setelah tanam (60,21 mm), bobot basah tanaman bawang daun 42 hari setelah tanam (140,67 g) dan tanaman pakcoy (396,00 g), serta jumlah anakan per tanaman pada tanaman bawang daun sebanyak 6,67. Hasil ini menunjukkan bahwa POC Azolla mengandung nutrisi esensial seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta senyawa organik yang mendukung pertumbuhan bawang daun dan tanaman pakcoy. Dengan demikian, penggunaan pupuk organik cair Azolla dapat menjadi alternatif pupuk organik cair alami yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam budidaya tanaman bawang daun dan tanaman pakcoy.
Pemanfaatan Ampas Kopi Sebagai Media Tanam dalam Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) hendry, hendry efrianto palayukan; Kembong, Renianti; Patasik, Raisak Sidang; Limbongan, Yusuf La'lang; Pata'dungan, Adewidar Marano; Tandirerung, Willy Yavet; Kannapadang, Sepsriyanti; Lempang, Pasari; Karuru, Sakti Swarno
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2025): Juni: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v8i1.326

Abstract

White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is a type of wood fungus that can be consumed and has high nutritional content such as carbohydrates, calcium, protein, iron, fat, potassium and phosphorus. This study aims to determine the benefits of oyster mushroom growth and production (Pleurotus ostreatus) using various compositions of growing media that incorporate coffee grounds. The study was conducted from June to December 2024 at the oyster mushroom cultivation facility of the Faculty of Agriculture, Christian University of Indonesia Toraja, located in Tallunglipu District, North Toraja Regency. The research consists of three stages: the production of oyster mushroom baglogs with coffee grounds as an additional substrate, testing the effectiveness of coffee grounds as a supplementary substrate in the growing media for oyster mushrooms, and analyzing the farming business based on the production results of oyster mushrooms. The research method employed a Randomized Block Design (RBD) with five treatments: without additional coffee grounds (0%); with additional coffee grounds at 5%, 10%, 15%, and 20%. The results indicate that the treatment with 10% coffee grounds yielded the best results, with an average of 35.67 caps, a cap diameter of 9.38 cm, a stem diameter of 1.78 cm, and a mushroom weight of 391.00 grams.
Pelatihan Budidaya Tanaman Hortikultura dan Pembuatan POC dari Bonggol Pisang dan Rebung Bambu sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Petani Oktavianus, Sion; Kannapadang, Sepsriyanti; Driyunitha; Nurhapisah
TONGKONAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2025): Tongkonan: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : FKIP UKI TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/7pesme17

Abstract

Pelatihan budidaya tanaman hortikultura dan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari bonggol pisang dan rebung bambu dilaksanakan di Desa Taloto, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi teknis, dan praktik langsung oleh peserta. Bahan POC terdiri dari bonggol pisang, rebung bambu, gula merah, dan EM4, difermentasi selama 7–10 hari. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan petani, dengan skor pascapelatihan mencapai 85–90%. Respons petani sangat positif, dan sebagian besar menyatakan siap menerapkan teknologi ini dalam kegiatan budidaya mereka. Pelatihan ini berhasil memberikan solusi alternatif dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dan meningkatkan pemanfaatan limbah organik di tingkat desa. Kegiatan ini perlu direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa.
Pengembangan POC Limbah Ternak Kambing dan POC Paitan (Tithonia Diversifolia) serta Efektivitasnya pada Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Fenniati Panggalo; Vianti Mesa; Adewidar M. Pata’dungan; Sepsriyanti Kannapadang; Willy Y. Tandirerung
Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Flora : Jurnal Kajian Ilmu Pertanian dan Perkebunan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/flora.v2i2.466

Abstract

This research aims to develop liquid organic fertilizer (LOF) made from goat livestock waste and paitan (Tithonia diversifolia) conducted in Makale, Tana Toraja Regency, from March to June 2025. This study aims to determine the response of cucumber plants to the application of LOF derived from the combination of goat livestock waste and paitan plants. Goat livestock waste contains macro nutrients such as nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K), while paitan plants are green organic materials rich in nutrients and easily decomposed. The combination of both is expected to naturally improve soil fertility and optimally support the growth and yield of cucumber plants. The research method uses a Completely Randomized Design (CRD) with four different LOF concentration treatments and five replications. Parameters observed include plant height, number of leaves, stem diameter, number of flowers, number of fruits, and fruit weight per plant. The LOF production process is carried out through fermentation for 21 days with a ratio of goat livestock waste and paitan of 3:1, and the addition of EM4 as a microorganism activator. This research also aims to evaluate the effectiveness of LOF application on growth parameters (plant height, number of leaves) and yield (number and weight of fruits) of cucumber plants, and compare it with treatments without LOF or with inorganic fertilizers. The results of this research are expected to serve as a reference for local farmers in developing organic fertilizers based on local resources that are environmentally friendly, efficient, and sustainable to increase agricultural productivity in the Tana Toraja region.