Jalan sebagai prasarana transportasi darat memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, sehingga perencanaan perkerasan harus dilakukan secara tepat, terutama pada ruas yang sering tergenang air seperti Jalan Nasional Batas Kota Manado–Airmadidi STA 3+810–STA 4+100. Penelitian ini bertujuan menganalisis tebal perkerasan lentur menggunakan Manual Desain Perkerasan Jalan No. 03/M/BM/2024 serta membandingkannya dengan desain dari BPJN Sulawesi Utara. Metode yang digunakan meliputi survei LHR 3×24 jam, dan nilai CBR tanah dasar 10%, dengan pendekatan mekanistik-empiris melalui perhitungan umur rencana, pertumbuhan lalu lintas, distribusi arah dan lajur, serta beban sumbu standar kumulatif (CESA). Hasil analisis menunjukkan tebal perkerasan berdasarkan MDPJ 2024 sebesar 815 mm (AC-WC 40 mm, AC-BC 75 mm, AC-BASE 200 mm, LFA Kelas A 200 mm, LFA Kelas B 150 mm, LFA Kelas C 150 mm), lebih tebal 180 mm dibanding desain BPJN sebesar 635 mm (AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, AC-BASE 135 mm, LFA Kelas A 400 mm), Penanganan jalan tergenang dilakukan dengan meninggikan badan jalan dan memperbaiki drainase, sedangkan pada ruas yang sering banjir disarankan menggunakan drainase bawah tanah untuk menjaga kestabilan tanah dan perkerasan. Kata kunci: perkerasan lentur, MDPJ 2024, CESA, jalan nasional
Copyrights © 2026