Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dakwah ekologis yang dilakukan WALHI dalam menanamkan kesadaran lingkungan serta mengidentifikasi perilaku kesadaran lingkungan yang terealisasi di masyarakat Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan mengintegrasikan konsep Dakwah Transformatif dan model perilaku bertanggung jawab lingkungan untuk menganalisis metode pendampingan dan mengukur tingkat kesadaran masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WALHI menerapkan dakwah transformatif melalui fungsi pembebasan dan advokasi kebijakan guna memulihkan hak kelola rakyat atas hutan. Strategi dakwah yang digunakan mengedepankan pendekatan ekonomi melalui diversifikasi tanaman tajuk tinggi dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), yang secara efektif menjawab kebutuhan ekonomi sekaligus melestarikan alam. Ditemukan adanya peningkatan signifikan pada kesadaran lingkungan warga yang ditandai dengan penguatan lokus kendali, perubahan sikap melalui prinsip “menanam tanpa menebang”, serta komitmen kolektif dalam menjaga wilayah konservasi di aliran Sungai Sabu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara nilai-nilai agama, kedaulatan ekonomi, dan kebijakan perhutanan sosial merupakan kunci dalam membentuk paradigma ekologis yang berkelanjutan di tingkat akar rumput.
Copyrights © 2026