Penelitian ini berawal dari ditemukannya konsentrasi siswa kurang baik pada saat pembelajaran berlangsung dimana terlihat siswa yg begurau dan tidak memperhatikan guru mengajar di depan kelas dikarenakan lokasi sekolah yang berdekatan langsung dengan jalan raya dan juga guru kurang memotivasi siswa saat belajar serta suara guru yang sangat kecil membuat siswa kesulitan mendengarkan penjelasan dari guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang: 1) Konsentrasi belajar peserta didik di Sekolah Dasar Negri 04 Tanjung Putat; 2) Upaya guru dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada siswa kelas II di Sekolah Dasar Negeri 04 Tanjung Putat; 3) Faktor yang mempengaruhi konsentrasi belajar pada siswa kelas II di Sekolah Dasar Negeri 04 Tanjung Putat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, adapun teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Reduksi data, Penyajian data (Display data), dan Penarikan Kesimpulan. Sedangkan teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) konsentrasi belajar siswa secara umum berada dalam kategori cukup baik. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, kemampuan memahami materi saat disampaikan dengan cara yang menarik, serta semangat belajar yang terbangun melalui pendekatan interaktif. (2) Guru telah menerapkan berbagai strategi yang efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa, antara lain dengan melakukan ice breaking, menggunakan media PowerPoint dan gambar, serta memberikan penguatan positif seperti pujian dan hadiah simbolik. Strategi tersebut disesuaikan dengan karakteristik perkembangan siswa serta gaya belajar yang beragam. (3) Faktor-faktor yang memengaruhi konsentrasi belajar siswa meliputi faktor internal, seperti rentang konsentrasi yang pendek, gaya belajar, tingkat pemahaman, stres, kualitas tidur, pola makan, dan indikasi gangguan belajar. Sementara itu, faktor eksternal mencakup lingkungan belajar dan dukungan dari keluarga maupun sekolah. Sekolah telah berupaya menangani faktor-faktor tersebut melalui kerjasama antara guru, orang tua, dan tenaga profesional.
Copyrights © 2026