Rendahnya konsumsi buah dan sayur serta kurangnya aktivitas fisik di RT 06 Dusun Wonocatur, Banguntapan, Yogyakarta, menjadi faktor risiko utama penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus, sebagaimana teridentifikasi melalui diagnosis komunitas pada 44 kepala keluarga dengan prioritas masalah skor USG tertinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini penting untuk mendorong perilaku hidup sehat sebagai upaya promotif-preventif sesuai pedoman gizi seimbang Kemenkes RI. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif kuantitatif dengan intervensi GEMAR AKTIF berupa penyuluhan edukasi menggunakan leaflet, pretest-posttest (21 soal pilihan ganda), senam sehat, dan makan buah bersama pada 16 Januari 2026, diikuti analisis Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat dengan skor posttest rata-rata 19,38 ± 1,02 dibanding pretest 16,50 ± 2,16 (p=0,001). Program ini efektif menurunkan risiko PTM melalui pendekatan terintegrasi, sehingga direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan di komunitas.
Copyrights © 2026