Permasalahan utama pascapanen jagung di Indonesia adalah tingginya kerugian susut mutu, yang mencapai 15-20% dari total produksi, disebabkan oleh pengeringan tradisional yang tidak optimal dan rentan kontaminasi aflatoksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis kinerja alat pengering jagung tipe rotary dryer dengan teknologi infrared-assisted berbasis internet of things (IoT) sebagai solusi peningkatan kualitas dan efisiensi pengeringan. Metode penelitian meliputi pengembangan prototipe berkapasitas 6 kg/batch dengan sistem pemanas infrared (1.125 W) dan perancangan instrumentasi IoT untuk data logging otomatis dan kontrol suhu presisi. Hasil pengujian menunjukkan efektivitas alat dalam menurunkan kadar air jagung dari rata-rata ~23% menjadi 12,9% (wb) dalam 90 menit, memenuhi standar nasional indonesia (SNI 8886:2020). Kinerja teknis menunjukkan kapasitas kerja efektif (KKE) rata-rata 3,45 kg/jam dan efisiensi pengeringan rata-rata 68%. Analisis ekonomi menunjukkan biaya pokok (BP) sebesar Rp 3.595,78/kg dan titik impas (BEP) 1.450,41 kg/tahun. Integrasi infrared dan IoT terbukti menghasilkan sistem pengeringan yang cepat, efisien, dan layak secara ekonomi.
Copyrights © 2026