Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN ALAT PENCACAH (CHOPPER) BATANG JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU SILASE Putri, Renny Eka; Andasuryani, Andasuryani
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Limbah jagung dapat menjadi alternatif terbaik untuk menjadi bahan baku pakan ternak. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan adalah dengan mengolah limbah tersebut menjadi silase. Silase merupakan hijauan yang di awetkan dengan cara difermentasi. Silase dibuat dengan mencacah bahan hijauan menjadi ukuran yang kecil-kecil, kemudian menyimpannya kedalam ruang kedap udara.Pencacahan dilakukan untuk mendapatkan ukuran dari batang jagung yang lebih kecil sehingga memudahkan dalam pembuatan silase dan dicerna oleh ternak.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pencacah (chopper) batang jagung sebagai bahan dasar silase dan melakukan uji kerja terhadap alat pencacah ini.Pengujian dilakukan dengan lima kali ulangan dengan berat beban 5 kg untukmasing-masingulangan.Hasil dari uji kinerja alat meliputi,kapasitascacahan 217 kg/jam denganputaran poros pencacah 1262,2 rpm,kehilangan bahan 0,16 kg,rendemen pencacahan 96,8%,hasil cacahan terbanyak pada ukuran 5 – 7 cmdan kebutuhan bahan bakar 0,42 liter solar untuk 1 jam pengerjaan. Kata kunci: pencacah, silase, jagung, ternak. 
Pengembangan Alat Pengupas Kulit Nanas (Ananas comosus) Semi Mekanis Putri, Renny Eka; Maulana, Dwipa Islam; Hasan, Ashadi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.02.09

Abstract

Nanas merupakan salah satu komoditas buah-buahan tropis yang potensial dikembangkan karena dalam budidaya dan pemeliharaannya yang cukup mudah. Penanganan pascapanen buah nanas pada pengupasan kulit di tingkat petani umumnya masih dilakukan secara manual yakni menggunakan pisau. Pengupasan dengan menggunakan alat dapat mengupas kulit nanas dengan waktu pengupasan yang relatif cepat, menghasilkan kupasan yang lebih rapi dan mengurangi tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan alat pengupas kulit nanas semi mekanis. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mempermudah dan mempercepat proses pengupasan kulit nanas dengan hasil potongan yang ukurannya merata. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan dua perlakuan yaitu buah nanas matang 50% dan Buah nanas matang 100%. Kapasitas alat pengupas kulit nanas semi mekanis pada sampel matang 50% dan matang 100% secara berturut-turut 14.275 kg/jam dan 23.2299 kg/jam, kapasitas pembuangan mata pada matang 50% dan matang 100% secara berturut-turut sebesar 11.4292 kg/jam dan 12.7573 kg/jam, kapasitas input alat pengupas pada matang 50% dan matang 100% berturut-turut sebesar 18.8405 kg/jam dan 31.2702 kg/jam dan daya operator pada matang 50% dan matang 100% secara berturut-turut sebesar 28.3560 Watt dan 28.7640 Watt. Alat pengupas kulit nanas semi mekanis ini memliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan secara manual pada parameter kapasitas Kerja, ketebalan kulit, dan pembuangan mata.
Analisis Konsumsi Energi pada Beberapa Metode Pemipilan Jagung (Zea mays L.): Studi Kasus di Padang Pariaman Sumatera Barat Renny Eka Putri; Wirna Nepis; Khandra Fahmy
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol15n1.9

Abstract

Padang pariaman merupakan salah satu sentral budidaya jagung yang berlokasi di Provinsi Sumatera Barat. Pemipilan merupakan salah satu faktor penting dalam pasca panen jagung. Tingkat kehilangan hasil yang cukup tinggi pada proses pemipilan membuat teknologi pemipilan berkembang cukup pesat. Beberapa metode pemipilan yang umumnya diaplikasikan oleh masyarakat diantaranya adalah pemipilan secara tradisional, menggunakan alat pemipil sederhana, serta pemipilan secara mekanis. Selain uji teknis alat, analisa energi juga dibutuhkan dalam mengevaluasi alat dan mesin pertanian. Sumber energi input pemipilan jagung meliputi energi manusia, energi mesin dan energi bahan bakar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengevaluasi total konsumsi energi pada proses pemipilan jagung dan uji teknis untuk masing-masing metode pemipilan jagung. Hasil penelitian menunjukkan total konsumsi energi pemipilan secara manual lebih besar dibandingkan dengan alat pemipilan sederhana dan mesin dengan total konsumsi energi pemipilan jagung berturut-turut yaitu sebesar 50,66 MJ/ton, 282,33 MJ/ton dan 388,66 MJ/ton pada proses pemipilan jagung secara mekanis, alat pemipil sederhana, dan manual. Rata-rata kapasitas pemipilan mekanis, alat pemipil sederhana dan manual sebesar 966,64 kg/jam, 87,93 kg/jam dan 40,65 kg/jam, dengan rendemen masing-masing 75,41 %; 83,54 %; dan 82,50 %, secara berturut-turut. Data total energi dapat digunakan sebagai acuan dalam mendesain alat pemipil jagung yang lebih modern.
Studi Pemanfaatan Kotoran Sapi Sebagai Sumber Biogas di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Renny Eka Putri; Andasuryani Andasuryani; Intan Pratiwi
Dampak Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.1.26-30.2019

Abstract

Biogas adalah gas yang dihasilkan melalui proses anaerobik bahan organik dalam digester atau bak penampung menjadi energi. Energi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pengganti minyak tanah atau gas elpiji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak. Nagari Aie Tajun merupakan daerah dengan mayoritas bermata pencaharian petani dan peternak. Para peternak memiliki sapi setidaknya 3-4 ekor sapi, tapi hampir tidak ada yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energi melainkan hanya dibuang begitu saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengatasi masalah kotoran sapi yang belum digunakan oleh petani sebagai biogas. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan, meliputi pembuatan instalasi biogas, uji teknis terhadap biogas dan pendampingan terhadap masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gas sudah mulai terbentuk pada hari ke 15 dan maksimum pada hari ke 21 dengan ditandai dengan menggelembungnya digester dan keluarnya bau khas kotoran sapi. Pengisian kotoran sapi ke dalam digester perlu dilakukan minimal setiap dua sampai tiga hari sekali dengan kotoran sapi sebanyak 20 - 30 liter. Biogas yang dihasilkan telah dapat dimanfaatkan untuk memasak sehari-hari oleh masyarakat setempat.
Model Prediksi Hasil Panen Berdasarkan Pengukuran Non-Destruktif Nilai Klorofil Tanaman Padi Fitri Hidayah Nasution; Santosa Santosa; Renny Eka Putri
agriTECH Vol 39, No 4 (2019)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.452 KB) | DOI: 10.22146/agritech.34893

Abstract

Developing yield prediction model was done to predict the production of rice crops based on chlorophyll value at different age levels. A model was developed by using spatial variability data of chlorophyll value. It was measured with a non-destructive method by using chlorophyll meter CCM-200 plus at different age levels in terms of days after planting 25, 40, 60 and 70 (DAP), and yield of rice. The objective of developing yield prediction model was to describe correlation between chlorophyll value and yield at different ages that had been obtained from 20 observation plots at the rice field. The study area was in Banda Langik, Sungai Bangek village, Lubuk Minturun of Koto Tangah sub district in Padang. Data were collected in two systems; grid sampling point and crop cutting test (CCT). Measuring of chlorophyll contained in leaf or number of SPAD (soil plant analysis development) was done by using chlorophyll meter CCM-200 plus. The research showed that chlorophyll value in rice crop correlated with yield. It was proved by correlation index obtained in each stage of age; 25 DAP (r = 0.945), 40 DAP (r = 0.887), 60 DAP (r= 0.835) and 70 DAP (r= 0.897). Rice yield could be predicted through following model: Y = -0.431513 + 0.045144 X1 + 0.03645 X2 + 0.01017 X3 + 0.020551 X4, where Y was the rice yield (kg/m2) and X was chlorophyll value at different age levels (X1=25 DAP), (X2=40 DAP), (X3=60 DAP) and (X4= 70 DAP). The model was produced through a multiple linear regression test based on chlorophyll value data and rice productivity during 1 period of harvest session.
Pemanfaatan Teknologi Vacuum Frying untuk Mendukung Diversifikasi Produk Olahan Makanan Ringan pada UKM di Kec. Koto Balingka, Kab. Pasaman Barat, Prov. Sumatera Barat Andasuryani Andasuryani; Alhapen Ruslin Chandra; Renny Eka Putri
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.743 KB) | DOI: 10.25077/logista.2.2.17-24.2018

Abstract

ABSTRAK: Potensi hasil pertanian yang ada di kecamatan Koto Balingka,Kab. Pasaman Barattelah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya dengan melakukan kegiatan pengolahan hasil pertanian menjadi produk olahan makanan ringan seperti keripik. Pada umumnya, bentuk kegiatan usaha yang dilakukan oleh masyarakat masih dalam skala rumah tangga, seperti yang dikelola oleh UKM Umak Havis dan UKM Umak Buyung. Kedua UKM ini, tepatnya berada di Jorong Lubuk Gadang, kecamatan Koto Balingka.Kedua UKM ini hanya menggunakan komoditi pisang dan ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan keripik. Ketergantungan UKM sangat tinggi terhadap komoditi pisang dan ubi kayu. Sementara itu, keberadaan hasil hortikultura lainnya dapat menjadi bahan baku alternatif dalam mendiversifikasikan produk olahan mereka selain pisang dan ubi kayu. Proses produksi dan pengemasan produk yang dilakukan pada kedua UKM ini menunjukkan belum adanya sentuhan teknologi sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang rendah. Melalui kegiatan PKM ini ditawarkan solusi dalam bentuk menyediakan teknologi penggorengan berupa alat vaccum frying dan spinner serta teknologi pengemasan menggunakan hand sealer. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang meliputi tahap pembuatan alat vaccum frying dan spinner, tahap evaluasi kinerja alat, dan tahap introduksi alat dan teknologi pengemasan kepada mitra. Kapasitas maksimum alat vacuum frying adalah 1.5 kg dengan dimensi total 470 mm x 390 mm x 940 mm (p x l x t). Sementara itu, spinner dibuat dengan ukuran 450 mm x 390 mm x 800 mm dengan daya motor penggerak 400 watt. Kegiatan introduksi berjalan dengan lancar dan mitra tertarik dan antusis. Kegiatan ini menambah pengetahuan mitra dalam mendiversifikasikan produk olahan dan proses tranfer teknologi pengemasan sehingga dapat membantu mitra dalam melakukan pengemasan produk yang lebih menarik bagi konsumen.Kata kunci: Diversifikasi Produk, Teknologi Pengemasan, Vaccum Frying, Spinner. Utilization of Vacuum Frying Technology to Support Snack Products Diversification of SME in Koto Balingka, Pasaman Barat District, West SumatraABSTRACT: Agricultural products in Koto Balingka sub-district has been used by community by processing the products into snacks such as chips. Generally, the business carried out by the community were in a household scale, such as Small Medium Enterprise (SME) Umak Havis and SME Umak Buyung. These two SMEs, located in Lubuk Gadang vilage, Koto Balingka sub-district. These SMEs only use banana and cassava as a raw material for producing the chips. The dependence of SMEs was very high on the commodity of bananas and cassava. Meanwhile, the presence of other horticultural products could be an alternative raw material in diversifying their processed products. Previously, there is no technology apllied in the production and packaging process carried out on these two SMEs. Therefore, this Community Development Activity offered a solution by providing frying technology consists of a frying and spinner vaccum device and packaging technology using hand sealer. This activity was carried out in several stages which are building the frying and spinner vaccum device, evaluation of devices performance, and introducing the device and packaging technology to partners. The maximum capacity of a vacuum frying device is 1.5 kg with a total dimension of 470 mm x 390 mm x 940 mm (p x l x t). Meanwhile, spinner dimension was 450 mm x 390 mm x 800 mm with a power of 400-watt drive motor. The introduction activities conducted smoothly, and the partners showed their interest and enthusiasm. The activity has broadened the knowledge of partners in diversifying processed products. In addition, it also improves their product packaging become more attractive for the consumer.Keywords: Product Diversification, Packaging Technology, Vaccum Frying, Spinner.
INTRODUKSI MESIN KOMBINASI PENGIRIS DAN PEMARUT UBI KAYU UNTUK USAHA OLAHAN MAKANAN RINGAN SKALA RUMAH TANGGA Andasuryani -; Renny Eka Putri; Khandra Fahmy; Santosa -; Azrifirwan -; Ashadi Hasan; Alhapen Ruslin Chandra
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.42 KB) | DOI: 10.25077/logista.3.2.114-118.2019

Abstract

Ubi kayu merupakan produk hasil pertanian yang memiliki potensi sebagai bahan baku berbagai jenis makanan ringan. Proses pengirisan dan pemarutan banyak digunakan untuk mengolah ubi kayu menjadi berbagai macam jenis makanan olahan atau pun sebagai bahan intermediat. Proses pengirisan dan pemarutan menghabiskan waktu dan tenaga yang besar ketika dilakukan secara manual. Proses secara manual ini banyak diterapkan oleh masyarakat yang menjalankan usahanya dalam skala rumah tangga, seperti usaha rumahan Umak Buyung yang terletak di Jorong Lubuk Gadang, kec. Koto Balingka, Pasaman Barat. Proses pengolahan ubi kayu menjadi keripik yang selama ini dijalani oleh UKM Umak Buyung dilakukan dengan cara menggesekkan ubikayu di atas permukaan kayu yang sudah diberi pisau. Disamping itu, produk keripik ubi kayu yang diproduksi oleh UKM Umak Buyung baru sebatas keripik ubi kayu yang diberi cabe serta menggunakan kemasan sederhana tanpa ada label pada kemasan. Melalui kegiatan IbDM ini ditawarkan solusi dengan melakukan introduksi teknologi pengirisan dan pemarutan ubi kayu secara mekanis yang dilakukan dengan menyediakan mesin kombinasi pengiris dan pemarut ubi kayu, pengenalan diversifikasi produk dan kemasan yang marketable. Mesin ini dapat dioperasikan untuk kedua proses (pengirisan dan pemarutan) secara bersamaan dengan satu unit motor listrik 1 HP. Ukuran mesin ini adalah 800 mm x 300 mm x 500mm (p x l xt) dengan kapasitas pengirisan dan pemarutan berturut-turut sebesar 105,252 ± 0,09 kg/jam dan 21,14 ± 0,03 kg/jam. Kegiatan ini memberikan manfaat kepada mitra berupa penambahan pengetahuan dalam proses pengolahan ubi kayu, diversifikasi produk olahan berbahan baku ubi kayu dan pengemasan produk. Kata kunci: Diversifikasi produk, Mesin pengiris dan pemarut, Ubi kayu ABSTRACT Cassava, an agricultural product that can be processed into various kinds of snacks. Slicing and grating, widely used to process cassava into various types of processed foods or as intermediates. Cutting and grating can be done manually, however, its time consume and require a lot of energy. The manual process, widely applied by people who run their businesses on a household scale, such as home business of Umak Buyung, located in Jorong Lubuk Gadang, Koto Balingka District, West Pasaman Municipality, West Sumatra Province. The processing cassava into chips which has been undertaken by UKM Umak Buyung, conducted by swiping cassava on a wooden surface that has been given a knife. In addition, cassava chips, produced by UKM Umak Buyung, only limited taste which is chili cassava chipsand uses simple packaging without any label on the packaging. Through this IbDM activity, solutions, offered by introducing mechanical cassava slicing and grating technology by providing a combination of cassava slicing and grater machines, and introduction product diversification as well as marketable packaging design. The machine can be operated for both processes cutting and grating simultaneously with one unit of 1 HP electric motor. The size of the machine is 800 mm x 300 mm x 500 mm (l x w x h) with incision and grating capacity of 105.252 ± 0.09 kg / hour and 21.14 ± 0.03 kg / hour, respectively. The activity broadens knowledge of partner in cassava processing, diversification of processed products made from cassava, and attractive packaging products. Keywords: Product diversification, Slicing and grater, Cassava
INTRODUKSI MESIN PENETAS TELUR BERBASIS MIKROCONTROLLER DI NAGARI SUNGAI BULUH TIMUR KABUPATEN PADANG PARIAMAN Ryan Anugerah Perdana; Widya Annisa; Renny Eka Putri
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 3.a (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.611 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i3.a.335

Abstract

Nagari Sungai Buluh Timur merupakan salah satu daerah dengan sebagian besar mata pencarian nya adalah beternak dan bertani. Untuk membantu masyarakat mempermudah pekerjaannya, maka perlu masukkan teknologi dalam pelaksanaannya. Salah satunya dengan pembuatan mesin penetas telur berbasis kontrol otomatis ini. Adapun tujuan dari pembuatan proposal tugas akhir ini adalah 1) mengembangkan mesin penetas telur Berbasis mikrokontroler dan 2) uji kinerja sistem mesin penetas telur berbasis mikrokontroler. Dengan menggunakan mesin penetas telur dapat membantu penetasan telur dengan jumlah yang besar daripada cara alami, dan juga dapat digunakan sebagai bahan penelitian. Mesin penetas berbasis mikrokontroler ini di rancang untuk dapat mengendalikan kadar suhu dan kelembaban di dalam ruangan mesin penetas. Metode pengembangan mesin penetas secara otomatis adalah identifikasi kebutuhan komponen, mendesain rancangan mesin penetas telur, membuat sistem mekanik, pemrograman, dan tahap terakhir melakukan pengujian alat sehingga didapatkan hasil alat dengan kinerja yang akurat sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan pemanas 3 buah lampu pijar dengan total 35 Watt untuk kapasitas 40-50 butir telur, mesin ini juga menggunakan sistem kontrol dari arduino uno dimana akan dijaga suhu antara 38-39OC. Mikrokontroler adalah suatu chip yang berfungsi sebagai pengontrol dan dapat menyimpan program didalamnya. Hasil pengotrolan suhu oleh mikrokontroler akan memberikan informasi suhu yang akan ditampilkan pada LCD. Dari hasil pengujian menunjukkan, selama 15 hari pengujian menunjukkan sudah tampak emrio telur. Kemudian, dilakukan Introduksi ke masyarakat Nagari Sungai Buluh. Metode penyuluhan dilakukan dengan cara pendekatan/sosialisasi kepada masyarakat Nagari Sungai Buluh Timur. Materi yang di sampaikan yaitu bagaimana cara membuat dan menggunakan mesin penetas telur ini hingga menghasilkan bibit ternak yang baik.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI BIOGAS Renny Eka Putri; Andasuryani Andasuryani; Feri Arlius; Santosa Santosa; Azrifirwan Azrifirwan; Irriwat Putri
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 4.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1645.006 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.b.358

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menyebabkan masih banyak masyarakat tidak memanfaatkan kotoran ternak dan limbah pertanian yang sangat melimpah untuk dijadikan bahan bakar alternatif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat tani dalam memanfaatkan limbah pertanian yang ada di kawasan limau manis. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah peternak sapi yang memiliki 4 ekor sapi di rumahnya di kawasan Limau Manis kampus Universitas Andalas. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan meliputi pembuatan alat, penyuluhan, praktik teknologi dan pendampingan. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, di mana mahasiswa sebagai salah satu kelompok masyarakat yang dapat melakukan perubahan yang lebih cepat dalam usaha menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan makmur. Kegiatan ini juga melalui pendekatan pada petani untuk menumbuhkan dan meningkatkan motivasi untuk memanfaatkan limbah yang selama ini dibuang. Penerapan teknologi biogas bagi petani yang memiliki peternakan dapat memberikan keuntungan ekonomis apabila dilakukan teknik yang tepat dari segi rancangannya. Rancangan teknis meliputi: desain biodigester, desain penyaluran gas dan desain tangki penampung. Kegiatan ini telah berhasil memberikan pengetahuan pada petani dalam pemanfaatan limbah Hasil dari kegiatan ini adalah telah dibuat instalasi biogas dengan kotoran sapi telah berhasil dilakukan dengan terbentuknya gas dan kompor yang sudah dapat digunakan, dan pupuk cair yang dihasilkan telah digunakan sebagai pengganti pupuk kimia pada tanaman cabe.
PENERAPAN ALAT CUCI TANGAN SEMI OTOMATIS DAN ERGONOMIS PADA PASAR BANDA AIA DI KECAMATAN KOTO TANGAH, PADANG Irriwad Putri; Mohammad Agita Tjandra; Renny Eka Putri
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v4i2.490

Abstract

Hand washing is the most important thing because it is simple and most influential in maintaining health caused by infectious diseases. Washing hands should use clean water and be free from germs. Hand washing in public handwashing stations must be carried out carefully because physical contact between users and faucets or soap dispensers can cause disease transmission or epidemics between users. Therefore, ergonomic and semi-automatic handwashing tools are made to reduce physical contact between users and these tools. The existence of the market in everyday life is essential for the community in meeting their daily needs. This activity aims to design, manufacture, and carry out the method of introducing handwashing tools. This service activity took place at the Banda Aia Market, Pasie Nan Tigo Village, Koto Tangah District, Padang City. This market is located in Pasie Nan Tigo (PNT) Village, Koto Tangah District, Padang City, the only market in Pasie Nan Tigo Village. The results obtained from this activity are (1) the Banda Aia market community is greatly helped by this hand washing tool, (2) the market community is more interested in washing their hands because they are not worried about contact with the hand washing place, (3) The public gets information about health care methods during the COVID-19 pandemic through health posters affixed to handwashing tools. From the implementation of this activity, it can be seen that awareness in washing hands after activities in the community is not only influenced by awareness alone, but the right tool to increase awareness becomes a habit.
Co-Authors - Andasuryani Abdi Lubis, Muhammad Iqbal Abdullah Habib Ade Sandri Afifah Khainur Agus Hermansyah Alhapen Ruslin Chandra Ali Anwar Delimunthe Alifa Azanisya Azzahra Andri Syaputra Angela Fortuna Sekarini Aninda T. Puari Annisa Lestari Simanjuntak Ashadi Hasan Azkiya Wahyu Novianda Azrifirwan, Azrifirwan Azzahra, Alifa Azanisya Baehaqi Butar Butar, Angelia Celsy Lovena Cherie Dinah, Cherie Dellia Asdinisa A.S Dhiya Ulwafi Elfy Adelliana Elroza Wulandari Fachri Ibrahim Nasution Fadhli Anas Fadli Hafizulhaq Fadli Irsyad Feri Arlius Fitri Hidayah Nasution Genni Deea Solehia Gizhella Mulyani Putri Gurning, Melia Elius Putri Halimatus Syahdia Hasibuan Hammam Mananda Harahap Harahap, Hammam Mananda Harahap, Wenti Hiero, Kemal Muhammad Ifmalinda Ilga Putri Maharani Imanuela, Claresta Intan Pratiwi Irriwat Putri J P Geraldo Joko Prastio Kemal Muhammad Hiero Khandra Fahmy Lisa Silvia Ningsih Liza Mardalena Lubis, Mei Mardhiani Madani Putra Maharani, Ilga Putri Maulana, Dwipa Islam Melia Elius Putri Gurning Mislaini Mislaini Mislaini Rahman Mohammad Agita Tjandra Muahammad Zacky Muhammad Iqbal Abdi Lubis Muhammad Iqbal, Muhammad Iqbal Muhammad Makky Muhammad Mizwardi Nadian Nadian Najeli Rahmatika Naufal Ilhamdi Rozaaq Nindi Elisa Oktavionry, P.A Omil Charmyn Chatib P.A Oktavionry Putri, Annisa Octaviani Putri, Gizhella Mulyani Putri, Irriwad Putri, Rahmi Dwi Rahmi Dwi Putri Rapon Anam Rauzatul Mirizal Jannah Renny Renny Rise Prana Sari Rizka Fadhilah Rizka Fadhilah Roni Andika Putra Roy Saputa ROY SAPUTRA Rozaaq, Naufal Ilhamdi Ryan Anugerah Perdana Salwa, Mutiara Santosa - Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Santosa Saputa, Roy Satria Adi Surya Sekarini, Angela Fortuna Shakira Azzura Syaidev Sherly Rahmadenita Siona, Vasya Azzahra Syahrizal Lubis Turnando, Ardi Vasya Azzahra Siona Widi Darmadi Widya Annisa Winda Fauzia Wiranda Erza Pratama Wirna Nepis Yanti, Delvi Yuharfiandri Yuharfiandri