Penelitian mengenai pembuatan tepung komposit berbasis tepung biji alpukat varietas lokal Sumatera Barat, khususnya Mega Paninggahan, dengan tepung terigu menjadi penting dilakukan sebagai upaya pemanfaatan limbah biji alpukat yang selama ini belum optimal, sekaligus untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu impor, serta menghasilkan bahan baku pangan alternatif yang berpotensi memiliki karakteristik fungsional dan gizi yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh formulasi tepung komposit antara tepung biji alpukat (TBA) dan tepung terigu (TT). Metode eksperimen adalah dengan rasio TBA : TT yaitu ; 15:85 (A), 20:80 (B), 25:75 (C), dan 30:70 (D) terhadap karakteristik kimia tepung yang dihasilkan setelah proses roasting pada suhu 150 °C selama 30 menit dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati adalah kadar proksimat amilosa, serat kasar, dan polyphenol terhadap tepung komposit. Pengolahan data dilakukan dengan mengunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5% dan 1%. Formulasi terbaik dari tepung komposit ini diperoleh pada perlakuan B (TBA : TT = 20 : 80) dengan karakteristik sebagai berikut ; kadar air 11.49%, karbohidrat 71.30%, amilosa 29.47%, protein 10.93%, lemak 4.20%, abu 1.72%, polyphenol 0.0924 mgGAE/gr, dan serat kasar 3.51%.
Copyrights © 2026