Urbanisasi pendidikan mendorong perpindahan mahasiswa dari desa ke kota dan memunculkan perubahan dalam pola hubungan sosial di lingkungan kampus. Selama ini, kajian tentang mahasiswa perantau lebih banyak menyoroti aspek culture shock dan adaptasi individu, sementara perubahan struktur relasi sosial belum banyak dikaji secara mendalam. Padahal, pergeseran konteks sosial dari lingkungan homogen ke ruang urban yang heterogen berpotensi mengubah cara mahasiswa membangun, mempertahankan, dan memanfaatkan jaringan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana arus urbanisasi memengaruhi perubahan hubungan sosial mahasiswa Sosiologi Universitas Sriwijaya angkatan 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara semi terstruktur terhadap sembilan mahasiswa perantau yang dipilih secara purposive. Data dianalisis secara deskriptif-interpretatif dengan mengacu pada konsep habitus dan modal sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urbanisasi tidak hanya memperluas jaringan pertemanan, tetapi juga menggeser pola relasi dari yang berbasis kedekatan geografis menjadi lebih selektif dan berorientasi pada kesesuaian nilai serta dukungan akademik dan emosional. Solidaritas antar mahasiswa perantau menguat karena pengalaman senasib, sementara organisasi kampus berperan penting dalam pembentukan modal sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa urbanisasi pendidikan mentransformasi struktur dan orientasi hubungan sosial mahasiswa. Ke depan, penelitian serupa dapat diperluas pada lintas angkatan dan universitas untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif
Copyrights © 2026