Pendidikan Islam sangat penting untuk memberikan pengetahuan normatif-teoretis dan membangun karakter yang toleran dan mampu menyelesaikan konflik. Ide tentang toleransi beragama dalam PAI belum banyak digunakan untuk mengukur metrik sikap di perguruan tinggi. Sementara dinamika konflik digital membutuhkan pendekatan yang lebih aplikatif secara kontekstual. Tujuan penelitian adalah untuk memeriksa pentingnya sikap toleran mahasiswa di era digital, mempelajari pendekatan pembelajaran PAI kontekstual-integratif, dan membuat model penguatan toleransi untuk mahasiswa di Medan yang didasarkan pada kerangka UNESCO. Penelitian menggunakan metode survei deskriptif untuk menggambarkan sikap responden terhadap toleransi beragama dalam menghadapi berbagai fenomena sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah kalangan mahasiswa yang telah mengikuti pembelajaran pendidikan agama Islam dan aktif menggunakan media digital. Teknik pengumpulan data menggunakan Google Form untuk menyebarkan kuesioner secara online. Setelah itu, analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data kuesioner. Hasil Penelitian adalah tingkat toleransi beragama responden berada pada kategori yang baik, seperti yang ditunjukkan oleh dominasi jawaban yang sangat setuju dan setuju pada indikator menghormati, menghargai, dan menerima keberagaman agama. Penelitian menunjukkan pendidikan agama Islam memainkan peran penting dalam membentuk sikap toleransi beragama di kalangan generasi muda.
Copyrights © 2026