Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesenjangan digital yang dialami oleh lansia serta mengkaji peran Generasi Z dalam membentuk modal sosial baru dalam relasi antar generasi di era transformasi digital. Ruang lingkup kajian difokuskan pada fenomena digital exclusion pada lansia dan bagaimana interaksi lintas generasi berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan tersebut. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya melihat kesenjangan digital tidak hanya sebagai persoalan keterbatasan akses teknologi, tetapi juga sebagai proses sosial yang berpotensi membentuk modal sosial melalui interaksi antar generasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui penelusuran literatur ilmiah pada basis data akademik seperti Google Scholar dan portal jurnal nasional menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik penelitian. Dari proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi, diperoleh 10 artikel ilmiah yang kemudian dianalisis secara kualitatif melalui proses reduksi data, pengelompokan tema, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesenjangan digital pada lansia bersifat multidimensional, meliputi keterbatasan literasi digital, keterampilan teknis, serta hambatan psikologis dan struktural dalam mengakses layanan berbasis teknologi. Kondisi ini mendorong munculnya ketergantungan lansia terhadap Generasi Z sebagai fasilitator dalam penggunaan teknologi digital. Namun, interaksi tersebut tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga berkembang menjadi relasi sosial yang membentuk pertukaran pengetahuan, kepercayaan, dan kerja sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital tidak hanya menghasilkan kesenjangan akses teknologi, tetapi juga membuka peluang terbentuknya modal sosial baru melalui interaksi lintas generasi yang dapat memperkuat solidaritas sosial serta mendorong terciptanya masyarakat digital yang lebih inklusif.
Copyrights © 2026