Disregulasi emosi merupakan ketidakmampuan mengelola emosi yang dirasakan saat menghadapi stimulus eksternal maupun internal. Masalah tersebut dapat berkontribusi pada berkembangnya gangguan psikologis jika tidak dikelola secara memadai. Studi kasus tunggal ini melaporkan manfaat dari penggunaan teknik modeling sebagai salah satu bagian dari terapi perilaku kognitif dalam menangani disregulasi emosi pada anak. Penelitian ini melibatkan seorang anak berusia 6 tahun yang dievaluasi dengan observasi, wawancara, dan alat ukur psikologis yang terdiri dari Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan The Emotion Regulation Checklist (ERC). Lima sesi diberikan secara tatap muka, empat sesi diantaranya diberikan pada anak menggunakan metode read-aloud dan role-playing, sementara satu sesi psikoedukatif diberikan kepada orangtua. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan teknik modeling berkaitan dengan peningkatan kemampuan anak untuk memberikan label emosi dan penurunan perilaku yang tidak diinginkan. Dengan demikian, pengembangan buku panduan terkait penggunaan teknik modeling akan bermanfaat untuk membantu penanganan masalah disregulasi emosi pada anak.
Copyrights © 2026