Penelitian ini membahas bagaimana pemerintah Kota Cirebon menerapkan kebijakan untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari perspektif ekologi administrasi non-alamiah. Pendekatan yang digunakan fokus pada hubungan antara sistem pemerintahan, perkembangan ekonomi, dan kondisi sosial sekitar. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan membaca berbagai sumber dan menganalisis dokumen kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa program seperti pelatihan, pendampingan usaha, digitalisasi melalui aplikasi Kantong UMKM, serta pengembangan Mall UMKM berhasil meningkatkan kapasitas dan jangkauan pasar para pelaku UMKM lokal. Namun, masih ada beberapa hambatan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan modal, serta kurangnya koordinasi antarinstansi yang mengurangi efektivitas kebijakan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan kebijakan untuk meningkatkan daya saing UMKM sangat bergantung pada kemampuan sistem administrasi publik dalam beradaptasi dengan perubahan sosial dan ekonomi. Untuk menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, diperlukan peningkatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas digital, dan pembaruan sistem administrasi.
Copyrights © 2026