Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh volatilitas penjualan, arus kas operasi, dan tingkat inflasi terhadap persistensi laba pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling yang menghasilkan 40 perusahaan sampel dengan total observasi awal sebanyak 120 data amatan. Setelah melakukan prosedur data cleaning terhadap data outlier untuk memenuhi uji asumsi klasik, jumlah sampel akhir yang dianalisis adalah sebanyak 105 data amatan. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas penjualan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persistensi laba. Sebaliknya, arus kas operasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap persistensi laba. Sementara itu, tingkat inflasi sebagai variabel makroekonomi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap persistensi laba. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa perusahaan pada subsektor makanan dan minuman memiliki tingkat resiliensi yang memadai sebagai industri defensif. Stabilitas laba di sektor ini lebih ditentukan oleh efisiensi internal dan fundamental arus kas riil dibandingkan dengan fluktuasi permintaan pasar yang bersifat transitori maupun gejolak inflasi.
Copyrights © 2026